Masjid ISPNG, pendorong penyebaran Islam di Papua Nugini
Reporter : Nabilla

Masjid Islamic Society of Papua New Guinea. ©2013 Merdeka.com



Merdeka.com - Papua Nugini merupakan sebuah wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Islam di sana masih terbilang sangat kecil dan belum berkembang pesat.

Belum banyak penduduk yang familiar dengan Islam. Walaupun begitu, Papua Nugini sudah mempunyai sebuah masjid dan pusat masyarakat Islamnya sendiri.

Masjid pertama yang pernah ada di sana dinamakan Masjid Islamic Society of Papua New Guinea (ISPNG). Masjid yang awalnya bernama Port Moresby Central Muslim ini dibangun atas kerja keras umat muslim yang tinggal di sana.

Awal cerita pembangunan masjid ini dimulai ketika Muslim World League (Rabita Al Alam Al Islami) yang beroperasi di Arab Saudi menawarkan kerja sama dengan umat muslim Papua Nugini pada 1987. Kerja sama mereka menghasilkan sebuah masjid di atas lahan di Lot 4 Sect 63 Queensc Life, Korobosea National District dengan daya tampung maksimal 50 orang.

Seiring dengan perkembangan zaman, kuantitas muslim Papua Nugini pun bertambah. Hal ini mengakibatkan tempat beribadah kecil mereka kewalahan melayani umat muslim yang ada. Sehingga tempat salat dipindahkan ke halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, umat Islam Papua Nugini mengusulkan akan pembangunan sebuah masjid. Kali ini, respon luar biasa berdatangan dari banyak pihak. Mulai dari pemerintah Papua Nugini yang menyumbangkan 3500 meter persegi lahan di Lot 1R 2 Sektor 138, Malas Street, Hohola, National Capital District. Lalu dana sebesar $100.000 juga dilayangkan oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila kepada pengurus Port Moresby Islamic Center.

Peletakan batu pertama dan peresmian masjid ini dilakukan oleh Duta Besar RI di Port Moresby. Acara pembukaan dan peresmian masjid dihadiri oleh Duta Besar RI di Port Moresby, Wakil dari Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila, wakil dari Maybank Malaysia dan Imam Mikail Abdul Azis selaku wakil Muslim World League.

Selain tempat beribadah, Masjid Islamic Society ini juga membuka pesantren, pengajian, dan pembelajaran Islam lainnya. Keberadaan masjid ini jelas mendorong penyebaran dan perkembangan Islam di Papua Nugini. Setidaknya terdapat 200 warga Papua yang masuk Islam semenjak berdirinya masjid bersejarah tersebut.

(mdk/bai)





KOMENTAR ANDA





BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS