Senin, 22 Oktober 2012 16:36:00
Ilustrasi sakit kepala. ©buytramadol.sh



Kenali 5 jenis sakit kepala dan cara mengatasinya!


Reporter : Kun Sila Ananda



Merdeka.com - Semua orang pasti pernah mengalami sakit kepala. Entah itu, sakit kepala sebelah (migrain), sakit kepala berat, berkunang-kunang, atau lainnya. Sakit kepala memiliki banyak variasi dan tak bisa diatasi dengan cara yang sama.

Sebelum mencoba mengobati sakit kepala, kenali dulu jenis sakit kepala yang Anda rasakan, seperti dilansir oleh Thirdage (21/10), berikut ini.

1. Sakit kepala karena ketegangan
Jenis sakit kepala ini yang paling umum dialami. Biasanya rasa sakit berasal dari bagian belakang kepala kemudian bergerak ke depan. Sakit kepala ini biasanya dialami pada bagian leher, kepala bagian belakang, dan kepala.

Untuk mengatasinya Anda bisa melakukan perubahan pada gaya hidup atau pola makan, teknik relaksasi, terapi, atau mencoba mengurangi stres dan ketegangan pada bagian kepala.

2. Sakit kepala campuran
Sakit kepala ini meliputi migrain dan sakit kepala akibat ketegangan. Biasanya terjadi akibat perubahan hormon, faktor makanan, lingkungan, dan stres. Untuk mengatasinya Anda harus dapat mengidentifikasi pemicu sakit kepala ini. Misalkan jika pemicunya adalah makanan, maka Anda harus membatasi makanan yang bisa menyebabkan sakit kepala ini.

3. Migrain
Tak ada yang benar-benar mengetahui penyebab migrain, atau sakit kepala sebelah. Anggapan umum yang ada bahwa migrain disebabkan oleh aktivitas otak yang tidak normal dan menyebabkan perubahan pada pembuluh darah otak. Selain itu, faktor genetik juga disebut sebagai penyebab migrain. Sakit kepala akibat migrain biasanya terjadi hanya pada satu bagian otak dan seringkali sangat parah hingga berlangsung berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Ketika mengalami migrain, seseorang lebih baik mengonsumsi obat migrain atau beristirahat. Jika migrain dipicu oleh cahaya, maka sebaiknya penderita juga menjauhi cahaya sementara waktu.

4. Cluster
Pernah merasa sakit kepala hebat yang disertai rasa terbakar atau menusuk-nusuk? Itu disebut cluster. Sakit kepala ini bisa terjadi sebanyak dua atau tiga kali sehari. Sakit kepala ini pun bisa terjadi dan bertahan hingga dua minggu. Hingga saat ini sakit kepala cluster tidak bisa diobati. Perubahan gaya hidup, pola makan, dan penggunaan obat bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit yang diderita pasien.

5. Sinus
Sakit kepala sinus berhubungan dengan rasa sakit pada tulang pipi, dahi, atau hidung. Biasanya sinus disertai dengan gerakan kepala yang tiba-tiba. Kemunculan sinus biasanya dibarengi dengan sakit di bagian hidung, rasa penuh di telinga, demam, dan pembengkakan wajah. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik, semprotan hidung kortikosteroid, obat OTC, atau lainnya. Jika sakit kepala sinus disebabkan oleh kelainan struktur, maka jalan terakhir adalah melalui operasi.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui perbedaan sakit kepala dan bagaimana cara mengatasinya. Jangan lagi mengobati sakit kepala yang berbeda dengan cara yang sama.

(mdk/kun)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM