Rabu, 31 Oktober 2012 13:24:00
Ilustrasi anti rokok. ©shutterstock.com/Ljupco Smokovski





Larangan merokok kurangi kasus serangan jantung dan stroke

Reporter : Destriyana


Merdeka.com - Para peneliti Amerika menemukan bahwa pasien rawat inap serangan jantung menurun 15 persen sejak diberlakukannya larangan merokok oleh pemerintah. UU baru tersebut juga mengurangi kasus serangan stroke dan penyakit pernapasan seperti asma dan emfisema (penyakit paru-paru yang menyebabkan kerusakan pada kantung udara dari paru-paru).

Kali ini, pemerintah Amerika tidak main-main dengan UU baru mereka. Larangan merokok semakin diperketat di beberapa tempat, terutama tempat kerja, restoran dan bar. Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Circulation American Heart Association, menganalisis 45 studi yang mencakup beberapa negara, termasuk Amerika, Selandia Baru dan Jerman.

Kasus serangan stroke telah menurun sebesar 16 persen, sedangkan untuk pasien rawat inap penyakit pernapasan, seperti asma dan paru-paru, berkurang hingga 24 persen, sebagaimana dilansir Daily Mail, (30/10). Tahukah Anda kenapa asap rokok sangat berbahaya?

Paparan asap rokok dapat menyebabkan perubahan yang drastis dalam darah, sehingga lebih rentan terhadap pembekuan. Seseorang yang mengalami penyempitan arteri koroner rawan terkena serangan jantung ketika terpapar asap rokok.

Merokok di tempat umum bisa membahayakan orang lain, terutama anak-anak. Selain itu, peran pemerintah juga penting dalam upaya memerangi bahaya asap rokok. Ingat! Miskin atau tidaknya sebuah negara, bisa dilihat dari akses dan tingkat kesehatan yang dimiliki oleh masyarakatnya.

(mdk/des)


SHARE & FOLLOW






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS