Selasa, 9 Juli 2013 21:10:16
Internet. ©2013 Merdeka.com





ISP ancam akan kembalikan lisensi

Reporter : Arif Pitoyo


Merdeka.com - Internet Service Provider (ISP) yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berencana mengembalikan lisensi yang sudah dikantongi ke pemerintah mengingat dalam pandangan jaksa ternyata lisensi yang mereka kantongi melanggar aturan yang ada.

"Ini sikap kami. Lisensi itu menjadi tak ada gunanya lagi setelah Indosat M2 disalahkan dalam hal kerja samanya dengan Indosat. Sesuatu yang benar menurut UU dikalahkan oleh jaksa," ungkap Sekjen APJII Sapto Anggoro, Selasa (9/7).

Menurut dia, kasus yang menimpa IM2 jelas sangat berpengaruh dengan bisnis ISP secara keseluruhan karena klien besar pasti akan khawatir dan bertanya apakah akses yang diberikan ISP tersebut legal dan sesuai regulasi yang ada.

Lebih lanjut Sapto mengatakan setidaknya ada 16 ISP yang memiliki pola kerja sama seperti IM2, yaitu dengan operator telekomunikasi, sedangkan lainnya dengan network access provider (NAP).

Namun, Sapto tidak merinci lebih jauh mengenai dampak penurunan bisnis ISP setelah muncul kasus IM2. Tapi sebagai gambaran besarnya sumbangan ISP kepada negara, dia memaparkan tahun lalu saja seluruh ISP menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) berupa BHP Jasa Telekomunikasi dan universal service obligation (USO) sebesar Rp 1,8 triliun.

Semula, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) merekomendasikan ISP untuk men-shutdown internet barang sehari, namun dikhawatirkan mengganggu layanan kepada masyarakat. "Nanti bisa-bisa malah dapat class action," ujar Ketum Mastel Setyanto P. Santosa.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono mendukung rencana ISP yang akan mengembalikan lisensinya. "Biar jaksa merasakan dampak dari perbuatannya, dan merasa betapa pentingnya internet bagi kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Ikatan Alumni ITB Sawaludin Lubis pun menyesalkan sikap jaksa dan majelis hakim yang semena-mena terhadap Indar Atmanto.

"Indar adalah putra bangsa yang mendapatkan penghargaan dari Presiden RI dan internasional. Tapi di mata jaksa dia tidak ada apa-apanya dan malah dihukum, ini sangat keterlaluan. Kelakuan Jaksa dan hakim di kasus IM2 membuat kita merasa takut dan khawatir dalam bekerja," ujarnya.

(mdk/ega)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS