Senin, 22 Juli 2013 15:32:00
Ilustrasi petasan. ©shutterstock.com/AI vision





Petasan, satu dari empat temuan besar bangsa China

Reporter : Alvin Nouval


Merdeka.com - Di Bulan Ramadan, petasan dan kembang api seakan sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan di negeri ini. Tak terlihat di bulan-bulan biasa, keduanya menjadi salah satu komoditi paling dicari di bulan ini.

Memang, dalam penciptaannya sendiri, petasan dan kembang api digunakan untuk menyambut hari-hari bersejarah. Namun, seperti apa awal mula dari penciptaan kembang api ini?

Desas-desus menyatakan bahwa kembang api sendiri diciptakan oleh bangsa China jauh sebelum peradaban modern muncul. Kira-kira sekitar 2000 tahun yang lalu, atau pada masa-masa tahun masehi, orang China sudah mulai mengenal petasan dan kembang api.

Diperkirakan, kembang api sendiri pertama kali meledak pada masa dinasti Song (960-1279 M). Keberadaannya pertama kali diperkenalkan oleh salah seorang pendeta China bernama Li Tian.

Li yang saat itu tinggal di dekat kota Liu Yang, Provinsi Hunan, memang menggunakan kembang api dan petasan ini sebagai salah satu perangkat beribadahnya. Kala itu, petasan yang masih terbuat dari mesiu yang dimasukkan ke dalam bambu dibunyikan tiap kali dilakukan upacara pengusiran setan.

Seiring perkembangan zaman, pada abad 15 kembang api dan petasan mulai beralih fungsi. Secara perlahan, keduanya digunakan untuk merayakan berbagai kegiatan mulai dari kemenangan perang, perkawinan, dan perayaan besar China lainnya.

Lewat kembang api dan petasan inilah dunia pertama kali mengenal keberadaan mesiu. Lewat beberapa pengembangan yang dilakukan oleh para ahli, akhirnya kembang api dan petasan pun bisa direkayasa sehingga digunakan sebagai bahan peledak hingga roket.

Bersambung

Dari berbagai sumber

(mdk/nvl)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS