Sabtu, 13 April 2013 15:56:00
Ilustrasi restoran. ©2012 Shutterstock/Csaba Vanyi



Agar bisnis kuliner Indonesia mendunia, bangun 10.000 restoran


Reporter : Ardyan Mohamad



Merdeka.com - Pemerintah beberapa kali menegaskan janji memberi dukungan untuk mempromosikan kuliner khas Indonesia ke seluruh dunia. Bagi pemerhati kuliner Bondan Winarno, upaya pemerintah masih terpecah-pecah dan belum terlihat memiliki desain jelas.

Bondan mencontohkan, dalam promosi makanan lokal, masing-masing kementerian belum bersinergi dan menempuh cara sendiri-sendiri. Kementerian Perdagangan memasok bumbu rendang ke 1.500 restoran di Belanda. Di sisi lain, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendata 30 ikon kuliner nusantara yang bakal dipromosikan ke dunia.

Bondan menilai pola pemasaran itu terlalu remeh dilakukan oleh level negara. "Kalau cuma (pemasaran) kecil-kecil begitu saya rasa enggak berarti ya. Kita harus berpikir strategi yang betul-betul besar," ujarnya di sela-sela Festival Kuliner Bango, Plaza Barat Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Pakar kuliner yang kondang dengan celetukan maknyus ini menyatakan, pemerintah seharusnya tidak perlu malu meniru strategi Kementerian Perdagangan Thailand. Negeri Gajah Putih itu membangun 12.000 restoran yang menjual masakan khas mereka.

Dia mengatakan membangun industri kuliner harus dari hulu sampai hilir. Sementara kekurangan promosi bisnis masakan Indonesia di luar negeri terletak pada aspek hilir, alias restoran yang membentuk branding.

"Bagaimana kalau kita bikin misalnya enggak usah banyak-banyak, 10.000 restoran saja di seluruh dunia, nah nanti masakan (Indonesia) apa saja yang bisa masuk. Kenapa kita tidak meniru saja Thailand, kenapa harus malu," tutur Bondan.

Untuk skema pembiayaannya, Bondan mengusulkan pemerintah menerapkan pola pendanaan swasta. Kementerian terkait bisa mengatur strategi lokasi dan lobi untuk perizinannya.

"Semua (rencana pengembangan restoran Indonesia) dipolakan sehingga orang-orang yang punya duit bisa dengan mudah mengikuti pola itu," tegasnya.

Kemendag sejak tahun lalu berusaha memasok bumbu rendang ke Belanda dan Afrika Selatan. Konon, masakan khas Padang itu digemari di luar negeri. Hal ini memperkuat stasiun televisi CNN pada 2011. Televisi kondang ini mendapuk Rendang dan nasi goreng sebagai masakan terlezat nomor satu dan dua sejagat.

(mdk/noe)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM