Rabu, 22 Mei 2013 17:38:00
Bandara Adisucipto. ©blogspot.com



Banyak calo lahan gentayangan di calon bandara Kulon Progo


Reporter : Idris Rusadi Putra



Merdeka.com - PT Angkasa Pura I (Persero) menargetkan penyelesaian Bandara Kulon Progo Yogyakarta paling lambat 2016 nanti. Saat ini rencana pembangunan bandara baru ini masih terkendala lahan yang ada. Bandara Kulonprogo nantinya akan menggantikan Bandara Adi Sucipto di Sleman.

Sekretaris Perusahaan AP I Farid Indra Nugraha mengatakan pihaknya sudah siap untuk membangun bandara baru ini. Namun diakui banyak calo-calo tanah menetapkan harga jual yang tinggi di lokasi pembangunan. Bahkan pemerintah Kabupaten turut menetapkan harga tinggi buat melepaskan lahan.

"(Bandara) Kulon Progo kita administratif sudah siap, tapi banyak calo calo tanah, pemerintah sendiri menetapkan jauh di atas perhitungan kita. Komitmen itu terus kita coba dari tahap awal," ucap Farid saat bincang-bincang dengan wartawan di Nam Hotel, Jakarta, Rabu (22/5),

Tanah yang akan didirikan bandara dengan kapasitas 10.000 penumpang per tahun ini hampir 40 persen merupakan tanah milik Sri Sultan Hamengkubuwono X . Kendala lain, tanah warga yang akan dibebaskan Angkasa Pura masuk kategori cukup produktif.

Perusahaan pelat merah tersebut menargetkan penyelesaian pembelian lahan pada akhir 2014 mendatang. Pada waktu pihaknya akan langsung membangun bandara yang diperkirakan akan selesai dalam waktu 2,5 tahun.

"Selesai konstruksi 2,5 tahun. Investasi angka kita belum tau karena ada beberapa akses jalan yang belum tau nanti siapa yang bangun," tegasnya.

Dalam pembangunan bandara ini, pihak AP I juga tidak melakukan tender umum karena ini merupakan pembangunan bandara baru.

Farid yakin bandara baru ini bisa menggantikan sepenuhnya Bandara Adi Sutjipto yang sudah kelebihan beban. "Adi Sucipto ditutup diganti di Kulon Progo," tutupnya singkat.

(mdk/noe)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 





KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM