Sabtu, 1 Juni 2013 20:29:00



Dalam 3 tahun, songkok bordir Kendi Emas sudah menjamah Malaysia


Reporter : Novita Intan Sari



Merdeka.com - Desain Songkok dengan hiasan bordir bunga, semakin menawan bagi kalangan masyarakat domestik maupun internasional. Motif bordir Songkok asli Gresik dengan menggunakan benang emas dan benang perak berkilau pada dasaran warna bludru hitam.

Kisah hidup pengrajin songkok dan bordir asli Gresik, Zaqie Ubaid, merupakan bukti pengrajin yang cukup berhasil memperkenalkan produk Songkok di beberapa daerah Indonesia dan negara tetangga. Inovasi menjadi senjatanya dalam bersaing di antara produk-produk Songkok buatan Tanah Air.

"Sebenarnya kita produksi baru mulai tiga tahun lalu. Ini merupakan bisnis keluarga dan alhamdulillah kita pernah mengekspor ke Serawak sedangkan sisanya paling banyak di wilayah Surabaya, Jakarta dan Palembang," ujarnya saat acara kunjungan UKM binaan Semen Indonesia di Gresik, Sabtu (1/6).

Dengan modal awal sekitar Rp 170 juta dan dibantu bersama empat karyawan, Zaqie kini dapat meraup keuntungan hingga Rp 150 juta sampai 200 juta per bulan dengan kepemilikan 18 karyawan. Songkok yang diberi merek Kendi Emas ini juga memiliki pangsa pasar yang banyak.

"Paling banyak order itu Jakarta dan Palembang," jelas dia.

Untuk saat ini, pihaknya dapat memproduksi 500 sampai 700 kodi per bulan dengan menggunakan empat mesin. Kinerja ini menjadi penopang pendapatan dan laba usaha dalam sektor usaha kecil menengah (UKM).

"Ya paling banyak pembeli mulai ramai saat Maulid Nabi sampai setelah Idul Adha tapi setelah haji biasanya menurun," ungkapnya.

Setiap usaha pastinya ada pasang surut dengan permasalahannya sendiri. Kendala yang harus dihadapi bagi pengusaha daerah ini ialah pada ketersediaan bahan baku.

"Masalah kami terletak pada benang, supply masih dapat termonopoli beberapa toko sehingga cenderung lebih susah," tambah dia.

Zaqie menjual songkok bordil ini sendiri mulai Rp 60 ribu hingga Rp 90 ribu per songkok. Adapun selama ini sumber pendanaan usahanya secara keseluruhan dibiayai oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang secara tidak langsung merupakan UKM binaan plat merah tersebut.

(mdk/bmo)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM