Jumat, 24 Agustus 2012 20:04:00
DBS DANAMON. Reuters



BI proses izin akuisisi Bank Danamon oleh DBS


Reporter : Sri Wiyanti



Merdeka.com - Bank Indonesia menegaskan proses akuisisi saham Bank Danamon oleh DBS Group masih terus berlanjut karena perusahaan asal Singapura tersebut masih ngotot membeli Danamon walaupun syarat sudah diperketat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan walaupun Bank Sentral telah memperketat aturan kepemilikan sahan bank umum . "Biasa ada komunikasi antara kita dengan pihak DBS," ujarnya di gedung Bank Indonesia, Jumat (24/8).

Dia mengakui perusahaan asal Singapura tersebut, sudah menyampaikan persyaratan terkait dengan adanya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.14/8/PBI/2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum."Saat ini masih diteliti lagi oleh Bank Indonesia," katanya.

Bank Sentral mensyaratkan akuisi bank lebih dari 40 persen saham wajib memperoleh penilaian tingkat kesehatan bank, memenuhi ketentuan kewajiban penyediaan modal minimum, modal inti sebesar 6 persen, rekomendasi dari otoritas pengawasan lembaga keuangan bank di luar negeri, lembaga keuangan bank yang telah go public, siap untuk memenuhi kewajiban membeli surat utang, siap memiliki bank dalam jangka waktu tertentu dan mendukung pengembangan perekonomian Indonesia.

Selain itu, Bank Sentral mensyaratkan calon pemegang saham pengendali harus memiliki peringkat paling kurang satu tingkat di atas peringkat investasi terendah.

Sebelumnya, DBS Group menyediakan dana USD 7,2 miliar untuk rencana pengambilalihan 67,37 persen saham Bank Danamon, yang dimiliki oleh Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH) melalui Asia Financial (Indonesia).

BI membatasi calon pemegang saham hanya bisa memiliki 40 persen saham untuk lembaga keuangan bank. Namun, bank sentral membuka lembaga keuangan bank untuk bisa memiliki lebih dari 40 persen saham dengan berbagai syarat ketat, dan hanya dengan persetujuan BI.

(mdk/arr)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM