Rabu, 13 Juni 2012 08:00:55
index harga saham. merdeka.com/shutterstock



Daya beli saham masih tahan IHSG


Reporter : Ririn Radiawati



Merdeka.com - Melorotnya pasar saham di Amerika Serikat akibat naiknya imbal hasil obligasi Spanyol telah mempengaruhi perdagangan efek di Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa (12/6) telah ditutup melemah tipis 13 poin.

Analis saham Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan bahwa pelemahan saham tersebut berpotensi untuk mempengaruhi perdagangan hari ini. Meski begitu, daya beli yang masih tinggi diperkirakan bisa menahan laju pelemahan tersebut.

"Melihat posisi candle yang tertahan penurunannya memberikan gambaran bahwa kekuatan daya beli masih cukup kuat menahan aksi profit taking yang ada," jelas dia.

Potensi kenaikan indeks tersebut masih akan terus menguat mengingat bursa AS yang ditutup menguat pada perdagangan semalam. Harapan terhadap The Fed yang akan memberikan stimulus untuk sementara bisa menutup sentimen dari Italia dan Spanyol. Pasar pun juga berharap positif jelang Pemilu ulang Yunani. "Bila pergerakan positif ini, diasumsikan, bertahan hingga penutupan maka IHSG pun bisa berbalik arah menguat (lagi)," kata dia.

Untuk itu dia memperkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 3.832-3.843 dan resistance 3.865-3.873.

Adapun beberapa saham yang patut dicermati pada perdagangan hari ini antara lain adalah Astra Internasional (ASSI), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Gudang Garam (GGRM), Wijaya Karya (WIKA), Jasa Marga (JSMR), AKR Corporindo (AKRA), dan Mitra Adiperkasa (MAPI).

(mdk/rin)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 


TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM