Jumat, 7 Juni 2013 12:48:00
Ilustrasi hotel. ©2012 Shutterstock/Brian A Jackson



Dyandra selesaikan pembangunan 4 hotel tahun ini


Reporter : Novita Intan Sari



Merdeka.com - Tahun ini, PT Dyandra Media International Tbk (DMII) segera menyelesaikan empat proyek hotel. Adapun proyek empat hotel ini menelan biaya investasi sebesar Rp 230 miliar.

Presiden Direktur DMII, Andy Widjanarko menuturkan, pembangunan empat proyek hotel ini tersebar di beberapa kota besar di pulau Jawa. Dana proyek ini berasal dari sisa dana initial public offering (IPO) sebesar Rp 110-120 miliar. Sisanya berasal dari pinjaman perbankan.

"Kami pinjam dari BCA, BII dan sisanya banyak bank lah. Nilai investasi ini hanya biaya konstruksi saja bukan termasuk lahan tanah," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) DMII, di UOB Plaza Thamrin, Jakarta, Jumat (7/6).

Dia menyebutkan, salah satunya di Nusa Dua Bali yang diberi nama Hotel Amaris Pratama. Hotel yang terdiri dari 130 kamar ini, menghabiskan investasi Rp 300 juta per kamar. Sehingga, total investasi untuk hotel ini mencapai Rp 36 miliar.

"Ini termasuk hotel budget yang diperkirakan sewa hotel Rp 375.000 per kamar nya. November segera dioperasikan," jelas dia.

Selanjutnya, perseroan juga akan membuka Hotel Santika yang berlokasi di Cikarang. Hotel ini terdiri dari 120 kamar dengan nilai investasi per kamar mencapai Rp 500 juta. Sehingga, total investasi yang digelontorkan mencapai Rp 60 miliar.

"Kalau ini hotel bintang lima dengan sewa hotel Rp 500 per kamar yang diperkirakan akan mulai beroperasi November mendatang," ungkapnya.

Hotel selanjutnya berlokasi di Pasar Minggu bernama Hotel Amaris dengan total kamar 98 kamar dan investasi sebesar Rp 300 juta per kamar. Total investasinya mencapai Rp 30 miliar.

"Ini hotel budget juga dengan sewa kamar Rp 350-450 ribu dan November selesai," ujarnya.

Terakhir terletak di Kelapa Gading dengan 160 kamar. Hotel Santika ini membutuhkan investasi Rp 300 juta per kamar.

"Kalau ini beroperasi Desember mendatang, yang ini hotel bintang lima dengan sewa Rp 500 ribu per kamar. Hotel ini renovasi saja karena sebagian struktur sudah jadi," jelas dia.

Selain itu, perusahaan juga membangun hotel bintang lima di Nusa Dua, Bali yang menyediakan 90 kamar dengan investasi Rp 72 miliar per kamar.

"Hotel bintang namanya Samayana Suithes. Investasi kira-kira Rp 800 juta per kamar dengan harga sewa USD 100 per malam," tutupnya.

(mdk/noe)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM