Rabu, 18 April 2012 11:17:21
staff ojk. merdeka.com/dok





Gaji pegawai OJK berlebihan

Reporter : Ririn Radiawati


Merdeka.com - Gaji staff Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diperkirakan akan lebih besar dari gaji Bank Indonesia dan PNS menuai kritik.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengatakan kebijakan gaji tersebut harus dikaji ulang karena dinilai terlalu tinggi.

Erani mengatakan, gaji pegawai OJK tidak diperlukan terlalu tinggi atau lebih tinggi dari BI. Pasalnya, work load atau beban kerja OJK tidak akan jauh beda dibandingkan lembaga keuangan yang diawasinya.

Disamping itu, lanjut dia, OJK bukanlah perusahaan yang mementingkan laba, melainkan lembaga yang mengatur regulasi.

"Meskipun mereka (pegawai OJK) mengurusi sektor keuangan yang gajinya tinggi sekalipun, belum tentu yang bikin regulasi lebih tinggi. Toh beban kerja mereka sama dengan yang di KPK, BPK dan lembaga lain," ujar Erani, Rabu (18/4).

Selain itu, lanjut Erani, pemberian gaji yang tinggi ini juga akan menimbulkan salah kaprah untuk pegawai yang ingin masuk OJK.

"Jangan kemudian orang masuk institusi publik semata-mata karena gaji. Ada perbedaan public service dan swasta. Kalo swasta memang mengejar untung, gaji besar itu wajar," jelas Erani.

Di sisi lain, untuk menarik pegawai agar bisa bekerja di OJK, Erani menyarankan untuk menawarkan keuntungan dari sisi lain selain gaji. Misalnya saja jenjang karir yang lebih menjanjikan dan remunerasi yang jelas seiring dengan beban kerja.

"Selama ini pemerintah tidak jelas memberikan gaji kepada public officialnya," imbuh dia.

Ekonom asal Universitas Brawijaya ini mengatakan, bukan hanya untuk OJK, namun konsep remunerasi secara keseluruhan harus dikaji.

Remunerasi pada awalnya diadakan untuk mencegah praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme dari lingkungan pemerintahan. Namun, sistem itu ternyata tidak efektif dikerjakan. "Lihat saja di Kementerian Keuangan terutama pajak, masih ada kok KKN," ujar dia.

Namun Erani mengakui bahwa cakupan OJK memang lebih besar daripada BI dan Bapepam-LK sekalipun. Hal ini tentu akan membuat beban keuangan operasional OJK menjadi lebih tinggi dari Bank Indonesia yang selama ini menjadi lembaga independen dengan gaji tertinggi dibandingkan lembaga independen lain seperti BPK dan KPK.

Beban operasional BI tercatat sebesar Rp 5 triliun per tahun dengan sekitar 3.000 karyawan. Sementara OJK diperkirakan akan mempunyai sekitar 3.000 hingga 4.000 karyawan.

Sebelumnya gaji pegawai staff OJK diperkirakan akan lebih tinggi dari staff BI. Saat ini gaji pegawai BI setara staff minimal Rp 16 juta per bulan.
(mdk/rin)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS