Jumat, 19 Juli 2013 12:50:16
Pembangun rumah KPR. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko



Genjot KPR, Bank Jabar Banten beri suku bunga rendah


Reporter : Sri Wiyanti



Merdeka.com - Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) berhasil mencatatkan pertumbuhan KPR hingga 209,8 persen atau mencapai Rp 2,92 triliun dalam setahun. Pertumbuhan KPR menyumbang pertumbuhan kredit yang mencapai 33,9 persen dalam setahun atau mencapai Rp 41,8 triliun.

"Kredit jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri," ujar Direktur utama BJB Bien Subiantoro di Hotel Four Season, Jumat (19/7).

Untuk mendukung pertumbuhan sektor KPR, BJB memberikan suku bunga rendah fixed sebesar 7,25 persen untuk jangka waktu dua tahun dan 8,52 persen untuk tiga tahun. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) KPR berada di posisi 3 persen.

Untuk kredit konsumer BJB meningkat 25,2 persen menjadi Rp 26,7 triliun dengan NPL konsumer tetap dijaga pada level rendah di posisi 0,11 persen. Kredit komersial meningkat 22,1 persen atau menjadi Rp 6,4 triliun dengan NPL 7,2 persen. Kredit mikro meningkat sebesar 51 persen atau mencapai Rp 5,51 triliun dengan NPL sebesar 6,9 persen.

Bien mengatakan tingginya NPL untuk kredit mikro lantaran SDM BJB masih berfokus pada sales dan marketing saat pertama kali menggarap sektor ini. "Sekarang BJB memperkuat collecting sehingga bisa menekan NPL. Mikro itu kalau didatangi pasti bayar," ujar Bien.

Pertumbuhan kredit, utamanya konsumer, KPR dan mikro menggenjot pertumbuhan laba. Pertumbuhan laba sebesar 24,5 persen pada semester I 2013 dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya. BJB membukukan laba bersih sebesar Rp 747 miliar.

Total aset mencapai Rp 73,4 triliun atau meningkat sebesar 19,9 persen. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,6 persen atau menjadi sebesar Rp 55,1 triliun. Return on Asset (ROA) berada di posisi 2,2 persen. Return on Equity (ROE) sebesar 24,4 persen. Net Interest Margin (NIM) sebesar 8,2 persen.

(mdk/noe)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 


TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM