Selasa, 18 Juni 2013 07:29:00
Ternak Kambing. (c) aqiqah.webs.com





Kambing Timor Leste siap merumput di Indonesia

Reporter : Ardyan Mohamad


Merdeka.com - Kebutuhan bahan pangan di Tanah Air sangat tinggi, sehingga beberapa komoditas terpaksa diimpor. Sebut saja daging sapi yang bikin heboh sejak awal tahun ini lantaran dibumbui kasus suap impor yang diungkap lembaga antirasuah.

Rupanya, jenis daging lain tingkat permintaannya relatif tinggi, termasuk daging kambing. Setiap menjelang hari raya Kurban, kebutuhan pasokan kambing di mayoritas provinsi melonjak. Masalahnya, konsumsi sangat tinggi, sampai mengancam jumlah populasi hewan ternak di sebuah wilayah.

Ambil contoh Jawa Barat. Populasi domba di provinsi itu pada 2008 sebanyak 4.221.806 ekor ditambah kambing 1.148.547 ekor, alias 55,92 persen, separuh populasi nasional. Celakanya, di tahun yang sama, pemotongan ternak yang biasa menjadi bahan masakan sate itu mencapai 3.788.334 ekor, nyaris menguras 80 persen populasi kambing di daerah itu.

Situasi itu ditangkap sebagai peluang bisnis bagi sebagian negara yang memiliki stok kambing melimpah. Di antaranya adalah Republik Demokratik Timor Leste.

Negara muda yang pernah menjadi bagian Indonesia itu menjajaki kemungkinan kerja sama dalam hal ekspor kambing. Khususnya, untuk memenuhi lonjakan permintaan jelang Idul Adha.

Menteri Muda Peternakan Timor Leste Valentino Varela kepada wartawan di Kupang pekan lalu, seperti dilansir Antara, menyatakan stok kambing di negaranya relatif melimpah. Tahun lalu mencapai 3 juta ekor. Karena itu, dia percaya diri bisa memenuhi kebutuhan kambing di Indonesia.

Hanya saja, pemerintah Indonesia masih menanggapi dingin ambisi Timor Leste tersebut.

"Peluang untuk mengekspor ternak ke Indonesia belum sepenuhnya dibuka pemerintah, sehingga masih perlu pembicaraan lebih lanjut," ungkap Varela.

Sejauh ini kerja sama kedua negara di bidang peternakan yang sudah berjalan mencakup pemeliharaan kesehatan ternak di Nusa Tenggara Timur yang langsung berbatasan dengan Timor Leste.

Jika pemerintah pusat memberi lampu hijau, Varela mengaku siap mendatangkan kambing melalui NTT. Sebab, kerja sama negaranya soal pengiriman jenis ternak lain dengan Pemerintah Provinsi NTT sudah terjalin baik.

"Timor Leste ingin mengekspor ternak melalui tiga pintu perbatasan di Kefamenanu, Atapupu, dan Betun," paparnya.

Saat dikonfirmasi, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengaku belum pernah menerima proposal resmi dari Timor Leste soal rencana mendatangkan kambing itu.

"Sejauh ini dengan Kemendag belum dibicarakan (rencana ekspor kambing)," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Senin (17/6).

Kalaupun ada kerja sama antara kedua negara soal perdagangan ternak, Bachrul menduga hal itu diurus oleh Kementerian Pertanian. Dia membenarkan memang sempat ada pembicaraan antara kedua negara soal tata niaga ternak.

"Mungkin dengan Kementan. Memang ada tata niaga (dengan Timor Leste) yang diatur Kementan," kata Bachrul.

Menilik data pemerintah, produksi kambing nasional masih tumbuh cukup besar. Hasil sensus Kementan tahun lalu, jumlah total populasi kambing di seluruh Indonesia mencapai 17,8 juta ekor, tumbuh 5,1 persen dibanding 2011.

Daerah yang populasinya paling padat dan cocok sebagai sumber bibit dan bakalan untuk komoditas Kambing secara berturut-turut adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darusallam, dan Sulawesi Selatan.

Namun, dari peningkatan konsumsi daging kambing, tidak menutup kemungkinan impor nantinya akan dibuka. Apalagi selain Idul Adha, sebagai negara mayoritas muslim, penduduk Indonesia banyak yang menyembelih kambing ketika menyelenggarakan aqiqah, atau selamatan kelahiran anak.

Saat ini, perdagangan Indonesia-Timor Leste sedang meningkat. Pada 2011, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 221,5 juta, atau melonjak USD 40 juta dibanding tahun sebelumnya.

Komoditas yang dikirim dari Tanah ke ke negara yang resmi merdeka pada 2002 itu antara lain kendaraan bermotor, produk tembakau, minyak kelapa sawit, alat rumah tangga, dan barang elektronik dan barang pangan. Sebaliknya, ternak seperti sapi dan lembu memang salah satu impor Indonesia dari Timor Leste.

Selain ternak, produk unggulan yang kerap dikirim warga Timor Loro Sae ke Tanah Air adalah kopi dan biji besi.

(mdk/ard)


SHARE & FOLLOW






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS