Rabu, 23 Mei 2012 11:00:45
Ilustrasi Explorasi Tambang. merdeka.com/shutterstock.com





Kecantikan migas Indonesia sudah pudar

Reporter : Saugy Riyandi


Indonesian Petroleum Association (IPA) menilai cadangan minyak dan gas bumi di Indonesia sudah tidak lagi menjadi primadona. Pasalnya, saat ini cadangan migas di Tanah Air hanya tinggal seperempatnya saja.

"Indonesia diberkahi sumber daya alam yang besar, namun saat ini lebih dari tiga per empat cadangan yang ada telah diproduksi," ujar Presiden IPA Elizabeth Proust dalam sambutannya di "The 36th IPA Convention and Exhibiton" di Jakarta, Rabu (23/5).

Elisabeth mengungkapkan cadangan migasIndonesia yang tersisa saat ini sekitar dari 10 miliar barel setara minyak yang di mana 75 persen di antaranya merupakan cadangan gas. Produksi minyak Indonesia terus menurun dari 1,3 juta barel per hari di 2001 menjadi 900.000 barel per hari pada 2011.

"Hal ini menggambarkan usia lapangan minyak Indonesia yang telah tua serta kurang pengembangan lapangan baru," kata Proust yang juga Presiden Direktur Total E&P Indonesie. Untuk itu, lanjut dia, pemerintah harus bisa mendorong pengusaha migas untuk menemukan cadangan migas baru.

Untuk mendorong penemuan cadangan migas baru, dia menjelaskan, industri membutuhkan dukungan dari pemerintah berupa insentif untuk mengembangkan lapangan yang telah ditemukan.

Lapangan-lapangan migas yang telah ada memerlukan teknologi yang tinggi serta biaya pengembangan yang tinggi juga. "Kita harus fokus bagaimana meningkatkan produksi dari lapangan tua yang telah ada dan memproduksi cadangan minyak," katanya.

Wanita asal Perancis ini memaparkan, bagi Indonesia, industri migas merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi indonesia. Kontribusi migas sangat besar bagipertumbuhan ekonomi nasional, antara lain menyumbang 25 persen pendapatan negara dan investasi langsung hingga USD 16 miliar.

"Untuk itu industri migas perlu diberikan insentif untuk dapat melakukan investasi di sektor hulu migas di laut dalam," pungkasnya.

(mdk/rin)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS