Kamis, 18 Oktober 2012 18:29:00
gedung BUMN. wordpress.com



Kementerian BUMN klaim telah awasi Telkomsel sesuai peraturan


Reporter : Harwanto Bimo Pratomo



Merdeka.com - Menyangkut kasus pailit Telkomsel, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai pengawasan terhadap perusahaan BUMN sudah sesuai aturan. BUMN mengaku tidak melihat besar kecilnya suatu masalah.

"Saya rasa (pengawasan) sudah sesuai dengan aturan pemegang saham," ujar Deputi Bidang Industri Strategis dan Manufaktur BUMN, Dwijanti Tjahyaningsih, saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/10).

Kementerian BUMN, lanjutnya, ke depan berjanji akan lebih meningkatkan aspek pengawasan agar kejadian seperti yang menimpa PT Telkomsel tidak terulang. "Ya tapi mungkin memang pengawasan akan lebih ditingkatkan,"tuturnya.

Kementerian tempat Dahlan Iskan bekerja ini menyatakan pihaknya akan memberi dukungan dan perhatian lebih untuk menyelesaikan kasus pailit yang menimpa Telkomsel."Beliau (Dahlan Iskan) minta supaya diperhatikan agar didukunglah. Kita sudah tindak lanjuti juga kok," ucapnya.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VI menyentil kinerja Kementerian BUMN dan Telkom sebagai induk Telkomsel yang digugat pailit oleh PT Prima Jaya Indonesia. Menurut salah satu anggota komisi VI DPR Emil Abeng, masalah ini sebenarnya adalah masalah kecil. Tapi karena tidak adanya pengawasan dari induk perusahaan, maka Telkomsel dinyatakanpailit di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

PT Telkomsel menyatakan telah berkontribusi terhadap 70 persen keuntungan PT Telkom. Pada tahun ini perseroan memperkirakan akanmeraup pendapatan lebih dari Rp 50 triliun.

Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga mengatakan laba rata-rata perseroan sekitar Rp 12,6 triliun per tahun dalam 5 tahun terakhir."Estimasi revenue lebih dari Rp 50 triliun pada tahun 2012. Profit rata-rata Rp 12,6 triliun per tahun dalam 5 tahun terakhir," ujarnya.

Alex menambahkan Telkomsel telah mempekerjakan lebih dari 5 juta angkatan kerja.

(mdk/rin)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM