Senin, 15 Oktober 2012 12:12:06
Demo Buruh Cikarang. merdeka.com





Kenaikan gaji buruh tidak bisa merata

Reporter : Idris Rusadi Putra


Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengaku masih mengkaji permintaan buruh yang menginginkan kenaikan upah. Pihak pengusaha saat ini masih berdiskusi dengan para buruh untuk menentukan berapa gaji yang layak diterima buruh.

"Mereka masih negosiasi berapa yang mereka minta. Tiap daerah itu lain-lain penambahannya berapa persen. Saya masih belum mendapatkan hasilnya. Tapi berapapun itu masih survei," ungkap Ketua Apindo Sofjan Wanandi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (15/10).

Walaupun demikian, Sofjan menegaskan kenaikan gaji buruh ini tidak bisa dipukul rata setiap perusahaan. Kenaikan gaji tergantung dengan besaran modal perusahaan dan usaha yang dia jalankan. Menurutnya, usaha kecil seperti UKM sangat berat jika kenaikan upah disamakan dengan kenaikan usaha yang bermodal besar.

"Usaha kecil menengah juga harus dibedakan, kalau keuangan mereka kuat kenaikan berapapun bisa. Tapi kecil menengah nggak kuat," tegasnya.

Dengan keadaan yang seperti itu, dia berharap para buruh bisa mengerti kondisi perbedaan situasi keuangan perusahaan. "Penolakan dari buruh belum ada. Itu (perbedaan kenaikan upah) menjadi masalah utama buat kita," pungkasnya.

sebelumnya Ketua Dewan Pengupahan Nasional Haryadi B. Sukamdani mengaku pihaknya hanya bisa melakukan survei dan merekomendasikan empat komponen baru dalam KHL. Jika pemerintah mengarahkan untuk naik, maka dia bisa menerima, walau Upah Minimum Regional (UMR) sekarang baginya laik.

"UMR sekarang Rp 1,5-1,6 juta, saya rasa itu sudah menuju ideal. KHL (terbaru) sudah dikeluarkan Permenakertrans No 13/2012, kalau kita mengikuti norma administrasi aturan yang ada itu harusnya sudah fair," kata dia di sela-sela seminar Kamar Dagang dan Industri, Jakarta, Kamis (11/10).

Pria yang sekaligus menjabat Wakil Ketua Kadin Nasional itu menyatakan perusahaan sebetulnya siap-siap saja menaikkan upah, tapi dia menyebut ada kesan pengusaha resisten karena aksi beberapa serikat pekerja.

"Yang bikin masalah itu temen-temen serikat pekerja memaksakan keinginan mereka menaikkan secara irasional," tudingnya.

(mdk/rin)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS