Kamis, 14 Februari 2013 14:42:51
Research In Motion (RIM) jualan pesawat jet. © Bloomberg.com



Kominfo akan wajibkan RIM bangun pusat data di Indonesia


Reporter : Ardyan Mohamad



Merdeka.com - Seiring dengan adanya revisi peraturan mengenai pusat data sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2012, Kementerian Telekomunikasi dan Informatika akan mewajibkan pembangunan pusat data di dalam negeri. Aturan tersebut tidak mengecualikan produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Ashwin Sasongko menegaskan aturan ini tidak hanya menyasar perusahaan asal Kanada itu. Namun, karena RIM secara resmi tidak berusaha di Indonesia, maka rekanan mereka di negara ini yang harus menyediakan data center.

"Kalau soal BB, siapa yang beroperasi di sini, ya berarti operator (membangun data center)," tegasnya.

Ashwin mengatakan, hal kewajiban untuk membangun pusat data tersebut demi keamanan data pelanggan di Indonesia. Dalam peraturan turunan tersebut, pelaku usaha akan diberikan waktu dua tahun untuk memenuhi kewajiban itu.

Seperti yang telah diketahui, RIM telah didesak untuk membangun pusat data di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Pasalnya, saat ini Indonesia adalah pasar BlackBerry terbesar di Asia Pasifik.

Alih-alih membangun di Indonesia, RIM malah membuat kantor di Singapura yang beroperasi Juni 2011.

(mdk/rin)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 


TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM