HOME » UANG
UANG
Selasa, 19 Maret 2013 21:32:00

Pemerintah akui tak sanggup jaga target defisit anggaran

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo




Kementerian Keuangan memprediksi, target defisit tahun ini berpotensi meleset seiring kemungkinan melesetnya kuota subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan belum membaiknya kondisi perekonomian dunia.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, tahun ini pemerintah menargetkan defisit di angka 1,65 persen. Namun angka ini kemungkinan meleset dan melonjak di atas dua persen.

"Defisit diperkirakan kita tidak bisa jaga di 1,65 persen mungkin bisa mencapai 2 persen atau lebih," ujarnya saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/3).

Besarnya konsumsi BBM menjadi penyebab membengkaknya anggaran subsidi. Ditambah kinerja perdagangan internasional yang belum kunjung membaik di mana harga komoditas tidak kunjung pulih sehingga memukul ekspor.

"Krisis global juga berpengaruh daripada penerimaan pajak yang menurun karena adanya dampak ekspor yang juga terkena krisis global," tuturnya.

Prediksi melesetnya target defisit anggaran sudah diperkirakan sejak tahun lalu. Saat itu, Kementerian Keuangan menyatakan pembengkakan anggaran tahun ini sudah dipastikan terjadi. Faktor pendorongnya adalah perubahan nilai tukar, harga minyak dan penerimaan negara.

Saat APBN 2013 belum berjalan, defisit anggaran sudah tercatat cukup signifikan. "Belum mulai saja tapi sudah terjadi pembengkakan Rp 70 triliun. Ini terus berubah karena nilai tukar, harga minyak, dan penerimaan negara bergerak terus," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (14/12/2012).

(mdk/noe)







BERITA LAINNYA
LOAD MORE NEWS