Jumat, 2 Maret 2012 13:21:24
Salah satu aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. doc/merdeka.com



Pemerintah bidik pasar Amerika Serikat


Reporter : Pandasurya Wijaya



Merdeka.com - Keputusan pemerintah Amerika Serikat menyetujui perpanjangan program Generalize System of Preferences (GSP) untuk membantu negara berkembang memperluas ekonomi, akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh Indonesia. "Mumpung program ini masih diperpanjang maka kita harus jaga momentum ini dengan Amerika Serikat," ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam seminar sosialisasi GSP di kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (2/3).

Meskipun saat ini ekonomi AS belum sepenuhnya membaik, pemerintah tetap menjaga hubungan dan kerjasama yang baik dengan negara tersebut. Bayu meyakini bahwa ekonomi AS akan pulih, sehingga kerjasama perdagangan perlu ditingkatkan. Dia menjelaskan, hubungan yang selama ini dibangun dengan pelaku bisnis di AS tidak lagi bersifat umum, namun sudah semakin spesifik untuk mengoptimalkan potensi pasar di dua negara. Produk andalan dari Indonesia seperti sepatu, perhiasan, manufaktur, akan dicoba masuk pasar AS.

Mulai tahun ini, pemerintah membidik kota-kota besar di AS menjadi pangsa pasar yang potensial. "Jika masuk kota New York itu sulit maka kita harus masuk melalui kota lain, misalnya Las Vegas," jelas Bayu.

Mantan Wakil Menteri Pertanian ini menjelaskan, melalui program GSP, pemerintah AS memberikan pembebasan tarif bea masuk kepada sebanyak 131 negara berkembang, termasuk di dalamnya 43 negara kurang berkembang. Program ini mencakup sekitar 5.000 jenis produk ekspor yang memperoleh fasilitas bebas bea masuk ke AS.

(mdk/oer)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM