Senin, 20 Mei 2013 18:20:00
Index Minyak. AFP, merdeka.com/Djoko





Pemerintah usulkan ICP tahun depan USD 115 per barel

Reporter : Saugy Riyandi


Merdeka.com - Pemerintah menetapkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada pada kisaran USD 100-115 per barel pada tahun depan. Pasalnya, di 2014 masih akan dijumpai resiko geopolitik yang menyebabkan harga minyak dunia melambung tinggi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan lifting minyak diperkirakan mencapai 900.000-930.000 barel per hari. Sedangkan lifting gas mengalami penurunan dari APBN 2013 sebanyak 1.250-1.325 ribu barel per hari setara minyak (barel oil equivalent per day/BOEPD).

"Kinerja 2014 masih dijumpai risiko geopolitik yang meningkatkan harga minyak dunia. Selain itu lifting minyak dan gas sedikit meningkat, karena sumur minyak yang mulai berproduksi," ujar dia yang ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/5).

Pemerintah juga menetapkan laju inflasi pada tahun 2014 berada pada kisaran 3,5-5,5 persen, nilai tukar rupiah ditetapkan Rp 9.600-9.800 per USD dan tingkat bunga SPN 3 bulan 4,5-5,5 persen.

"Inflasi dikisaran 4,5 persen plus minus satu persen untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat, dan nantinya didukung pasokan serta distribusi barang," jelas dia.

Dengan perkiraan kondisi makro tersebut, lanjut dia, kebijakan defisit nasional pada 2014 akan ditetapkan pada kisaran 1,7 persen sampai 2,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sebelumnya, pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 sebesar 6,4-6,9 persen. Pertumbuhan tersebut di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 7-7,7 persen.

"Asumsi 2014 yang dijadikan landasan. Pertumbuhan Ekonomi 6,4-6,9 persen atau di bawah target RPJMN 7-7,7," ujar Armida.

(mdk/bmo)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS