Jumat, 21 Desember 2012 15:37:00
harga daging sapi dan ayam naik. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko



Penjelasan Kemendag soal melonjaknya harga daging sapi


Reporter : Ardyan Mohamad



Merdeka.com - Di berbagai kota, harga daging sapi melonjak tinggi dalam dua bulan terakhir. Kawasan Jabodetabek sempat mengalami kelangkaan daging sapi sehingga harganya mencapai lebih dari Rp 100.000 per kilogram. Bagaimana Kemendag menjelaskan ke masyarakat?

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menilai penyebab utama melonjaknya harga daging sapi adalah minimnya jumlah pasokan. Di sisi lalin, lonjakan permintaan terjadi karena pola konsumsi masyarakat berubah.

"Dari sisi demandnya makin kompleks. Orang yang mau makan iga bakar tidak bisa diganti sop buntut. Kalau iganya tidak ada, harga iganya tetep naik, walau sop buntutnya banyak," ujarnya di kantornya, Jumat (21/12).

Bayu meyakini, yang mengalami kelangkaan sesungguhnya adalah daging sapi, bukan sapinya. Sebab, data Kementerian Pertanian mencatat, stok sapi mencapai 15 juta ekor sampai akhir bulan lalu.

"Saya percaya data teman-teman Kementan. Tapi sapi itu harus dipotong untuk jadi daging, jadi rumah potong hewan yang akan kita pantau," ungkapnya.

Salah satu buktinya adalah menurunnya jumlah sapi yang dipotong di RPH terbesar Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur. RPH itu empat tahun lalu bisa memotong sampai 800 ekor sapi per hari. Tahun ini, jumlahnya anjlok. Rata-rata cuma 120 ekor per hari.

Selain itu, dari hasil pengamatan Kemendag, cukup banyak peternak yang enggan melepas sapi potong mereka ke pasaran. Padahal harga jualnya saat ini tinggi. Dia menilai bisa saja tindakan itu diambil peternak lantaran sapi tidak hanya dianggap barang dagangan.

"Sampai saat ini banyak lho peternak yang belum melepas sapinya ke RPH. Kan bisa saja sapi itu dianggap tabungan, di beberapa daerah sapi malah menjadi klangenan, hewan yang dipelihara karena bagus," tuturnya.

(mdk/noe)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM