Selasa, 19 Juni 2012 13:59:37
krisis ekonomi. merdeka.com/shutterstock





Perkembangan Yunani dan Spanyol bagi Indonesia

Reporter : Saugy Riyandi


Merdeka.com - Yunani telah berhasil menyelenggarakan pemilihan umum tahap kedua yang sekaligus memberi gambaran tetap bertahannya Yunani di Zona Eropa. Pasar saham dunia dan Asia pun merespon positif perkembangan tersebut. Hanya saja, persoalan krisis ekonomi dunia belum sepenuhnya pulih.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan, Kementerian Keuangan sebagai pemegang otoritas fiskal dan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, terus mencermati perkembangan di Yunani dan Spanyol. "Pasti punya implikasi dengan Indonesia. Kita tetap dengan BI antisipasi dampak Yunani dan Spanyol hari-hari ini," ungkap Anny di Jakarta, Selasa (19/6).

Dia menyebutkan, dampak utama yang menjadi perhatian adalah pergerakan di bursa saham atau pasar modal dan pergerakan perdagangan mata uang. Anny berharap, investor tidak merespon dengan panik atas situasi saat ini.

"Terutamanya kita lihat pergerakan di capital market dan nilai tukar. Konsumen kita sudah matang, capital market kita paham itu investasi jangka panjang jadi tidak perlu panik dengan situasi saat ini. Ada masa rebound," jelas Anny.

Untuk dampaknya pada perekonomian secara keseluruhan, Anny mengaku bahwa pemerintah tetap menjaga sektor riil dari pengaruh krisis di negara maju. Pemerintah berharap, pertumbuhan sektor riil bisa mencapai 6,5 persen pada tahun ini.

Dari sisi fiskal, pemerintah juga mengaku sangat berhati-hati dalam pengelolaan anggaran negara. Namun, peran pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi tetap tidak akan dikesampingkan. "Belanja infrastruktur bisa kita dorong," jelasnya.

Perekonomian dunia yang masih diliputi ketidakpastian, berpengaruh pada tergerusnya ekspor. Namun, kata Anny, pemerintah telah menyiapkan upaya lain sebagai penyeimbang. Semisal, peningkatan pajak yang diupayakan lebih maksimal untuk menjaga defisit tetap terkendali.

(mdk/oer)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS