Selasa, 18 Desember 2012 20:57:41
Mobil SPBU Keliling. ©2012 Merdeka.com/imam buhori



Pertamina akuisisi saham ConocoPhillips di Aljazair


Reporter : Ririn Radiawati



Merdeka.com - Pertamina menyatakan telah mengakuisisi salah satu blok milik ConocoPhillips di Aljazair. Dengan akuisisi tersebut, Pertamina berharap akan menambahproduksi sebesar 23.000 barel per hari di tahun ini dan akan bertambah menjadi 35.000 barel per hari tahun depan.

Menurut keterangan tertulis yang dikirimkan kepada merdeka.com, Pertamina mengakuisisi Blok 405a yang terdiri dari 3 lapangan minyak utama yaitu Menzel Lejman North, Ourhoud dan EMK.

ConocoPhillips diketahui memiliki 65 persen saham di blok Menzel Lejmat North bekerja sama dengan Talisman yang mempunyai saham 35 persen. Sementara itu hak partisipasi di lapangan Ourhoud 3,7 persen dan 16,9 persen di lapangan EMK.

Berlakunya kesepakatan ini masih bergantung pada hak membeli pertama (first right) oleh mitra ConocoPhilips di blok tersebut dan persetujuan dari pemerintah Aljazair. Untuk itu, diharapkan transaksi dapat dituntaskan pada paruh pertama 2013. Selama 2012, produksi dari Blok 405a mencapai lebih dari 35.000 barel per hari sehingga bagian untuk ConocoPhilips Algeria mencapai sekitar 23.000 barel per hari. Sementara itu, tambahan cadangan untuk Pertamina dari Blok ini ditaksir lebih dari 100 juta barel minyak.

"Mega akuisisi ini dapat menambah produksi Pertamina secara signifikan dalam waktu cepat dan dengan minyak mentah berkualitas tinggi, yaitu dari 23.000 barel per hari saat ini dan akan menjadi sekitar 35.000 barel per hari pada 2013 setelah lapangan EMK mulai berproduksi pada 2013 dan ini merupakan milestone kunci bagi pengembangan ekspansi bisnis hulu Pertamina. Pertamina berharap dapat bekerjasama erat dengan Sonatrach, perusahaan NOC Aljazair dan juga perusahaan mitra di Blok 405a untuk dapat memaksimalkan produksi minyak dari blok tersebut," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/12)

Februari lalu, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut berencana untuk menjual asetnya di Nigeria, Libia, Vietnam, Algeria dan Kazakhstan. Kelima aset migas tersebut diperkirakan mempunyai nilai USD 17 miliar.

Sementara Pertamina sendiri menargetkan untuk mengakuisisi 32.000 barel per hari di akhir tahun ini. Sebelumnya dua rencana akuisisi Pertamina telah gagal. Salah satunya adalah blok di Angola. Di sisi lain, rencana akuisisi di Petrodelta di Venezuela masih menunggu kondisi politik di negara tersebut.

(mdk/rin)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 


TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM