Senin, 27 Agustus 2012 07:59:00
ilustrasi Indek saham. Ilustrasi shutterstock.com





Saham yang perlu dicermati di akhir Agustus

Reporter : Saugy Riyandi


Merdeka.com - Pasar saham Amerika Serikat dan Eropa masih belum memiliki kepastian mengenai krisis Yunani yang menyebabkan pelemahan saham-saham unggulan. Hal tersebut juga menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada awal pekan ini.

Pengamat pasa modal Indosurya Asset Management Reza Priyambada memperkirakan pada perdagangan awal pekan nanti IHSG akan berada pada support 4.110-4.130 dan resistance 4.160-4.180. "IHSG terlihat kembali membentuk pola spinning dari sebelumnya yang juga membentuk spinning," katanya.

Adapun saham-saham yang dapat dicermati antara lain adalah :

Media Nusantara Citra (MNCN) dengan kisaran support 2.075-2.125 dan resisten 2.200-2.225, TP 2.200. Terbentuknya hammer sekaligus membentuk pola three black crows yang menyentuh batas bawah bollinger band dan didukung dengan indikator stochastic yang menyentuh area oversold, seharusnya dapat membuka peluang reversal naik.

Mitra Adi Perkasa (MAPI) dengan kisaran support 6.700-6.750 dengan resisten 6.900-7.000, TP 7.000. Terbentuknya black marubozu yang melewati batas bawah bollinger band dan didukung dengan indikator RSI yang telah menembus area oversold seharusnya dapat membuka peluang terjadinya reversal naik.

Wijaya Karya Persero (WIKA) dengan kisaran support 1.040-1.070 dengan resisten 1.100-1.120, TP 1.120. Terbentuknya white marubozu di atas batas tengah bollinger band dan didukung dengan stochastic yang mencoba reversal naik mendekati area overbought diharapkan dapat membuka peluang terjadinya kenaikan lanjutan.

Lippo Karawaci (LPKR) dengan kisaran support 850-870 dengan resisten 910-930, TP 930. Terbentuknya spinning yang lebih rendah dari candle sebelumnya dan didukung dengan stochastic yang mencoba reversal naik dari area oversold, diharapkan mampu mempertahankan kenaikan lanjutan.

Selain itu, Saham-saham lainnya yang dapat dicermati yaitu Supra Boga Lestari (RANC), Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM), Bank Mandiri (BMRI), PT PP (Persero) (PTPP), Unilever Indonesia (UNVR), Mayora Indah (MYOR), dan Indomobil Sukses Internasional (IMAS).

(mdk/rin)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS