Kamis, 2 Mei 2013 14:32:08
Garuda Indonesia. merdeka.com



Strategi Garuda Indonesia bersaing dengan Batik Air


Reporter : Sri Wiyanti



Merdeka.com - Industri penerbangan di Indonesia saat ini terus berkembang yang didorong oleh meningkatnya kebutuhan dan potensi masyarakat kelas menengah. Salah satu maskapai penerbangan yaitu Lion Air mencoba bersaing dengan Garuda Indonesia dengan meluncurkan penerbangan Batik Air beberapa waktu lalu.

Menanggapi ini, maskapai penerbangan pelat merah Garuda Indonesia mengaku tidak takut bersaing dengan maskapai lain termasuk Batik Air walaupun sama sama melayani penerbangan full service.

Presiden Direktur Garuda Indonesia Emisyah Satar mengatakan, munculnya maskapai-maskapai penerbangan baru akan menjadi tantangan bagi Garuda Indonesia untuk semakin kreatif dan kompetitif.

"Kita lihat pasarnya berkembang dan mau gak mau konsumen juga bisa memilih sehingga kita pun punya Citilink di LCC (maskapai penerbangan murah), ya gak papa. Bagi kita kompetisi itu membuat orang lebih kompetitif dan kreatif, sehingga kita akan bekerja lebih keras," kata Emir di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (2/4).

Menghadapi persaingan tersebut, Garuda Indonesia telah menyiapkan beberapa strategi, antara lain adalah meluncurkan produk layanan First Class Service, dan mengembangkan jalur penerbangan ke London. "Tentunya kita akan mengimprove produk service kita, kita akan menyiapkan berikan pelayanan lebih bagus ke penumpang-penumpang kita," tutur Emir.

Selain itu, Garuda Indonesia juga akan mendatangkan sebanyak 39 pesawat tahun ini untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. "Kita mendatangkan 24 pesawat baru Garuda, Citilink akan mendatangkan 15 pesawat, total 39 pesawat," ungkap Emir.

Garuda saat ini membutuhkan perlakuan yang sama seperti yang diterima maskapai penerbangan asing yang beroperasi di Indonesia. "Yang pasti kita harus sudah siap dengan kompetisi karena memang dunia ini sudah boarder less. Yang penting adalah bagi kita, kita mendapat perlakuan yang sama, level playing field," tutup Emir.

(mdk/noe)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM