Said Aqil Sebut Gus Dur Bisa Jadi Korban Bully Jika Alami Era Medsos

Gus Dur. ©2016 Merdeka.com

PERISTIWA | Kamis, 17 Oktober 2019 20:00:00
Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj mengatakan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) beruntung tidak hidup di era media sosial dan tidak mengenal platform tersebut.

"Untung Gus Dur tidak jumpa medsos. Dia bisa di-bully (dirundung) terus jika ada di era saat ini," kata Said di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Kamis (17/10).

Advertisement

Menurut dia, di era medsos arus informasi begitu deras mempengaruhi cara berpikir masyarakat, termasuk kecenderungan perilaku mencaci melalui dunia digital.

Komentar soal Abdurrahman Wahid itu disampaikan Said usai mengunjungi sejumlah pesantren dan berziarah ke makam para tokoh NU di Jombang, termasuk di pusara Gus Dur.

Terkait perundungan di medsos, Said mengatakan dirinya sudah terbiasa menjadi sasaran cacian warganet.

"Kadang saya pantau, dalam seminggu kok tidak ada yang caci saya. Karena sudah kebal, bully tidak nambah dan mengurangi keadaan saya, tidak mempengaruhi saya seperti saat ini," katanya.

Dengan segala kritikan warganet, kata dia, NU tetap konsisten untuk selalu membawa pada kejayaan Islam. "Susunan pengurus boleh ganti tapi bagi Islam berasas 'ahlussunah wal jamaah', latar belakang historikal, sama prinsipnya, sama tujuan," katanya.

Baca juga:
Rekam Jejak Digital Pembuat Konten Hoaks Tak Bisa Hilang 100 Persen
Facebook: Ditjen Imigrasi dan Kemenkeu Paling Aktif di Media Sosial
Tulis Status Pro Ideologi Lain di Medsos, ASN Kemenkum HAM Dinonaktifkan
MenPAN-RB Tegaskan ASN Jangan Kritik Pemerintah di Ruang Publik
Staf Admin di Undip Dilaporkan Polisi Usai Komentar Soal Wiranto
Tujuh Prajurit TNI AD Disanksi Karena Tak Bijak Gunakan Media Sosial

KOMENTAR ANDA


© 2012 - 2016 Merdeka.com
KLN Kapanlagi Network - All Rights Reserved