Bentuk perhatian, Atalarik Syach larang anak tonton YouTube dan infotainment

ARTIS | 26 Juli 2018 18:36 Reporter : Sumber:

Merdeka.com - Atalarik Syach beberapa waktu lalu melaporkan orang-orang yang dianggapnya telah mencemarkan nama baik dan bisa melukai anak-anaknya secara psikis. Pihak terlapor dikenakan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana enam tahun penjara. Awal dari laporan ini karena pemberitaan Atalarik di media massa yang tak berhenti.

Pria yang biasa disapa Arik ini pun kini sudah mulai membatasi anak-anaknya untuk menjauhi media sosial. Dia pun berharap akan lebih bersyukur kalau tidak ada lagi pemberitaan soal perceraiannya dengan Tsania Marwa. Begitu juga dia mohon untuk beberapa pihak menarik video di YouTube yang bisa mengganggu kehidupan anaknya di masa depan.

"Saya juga memohon pada medsos semua, rekan wartawan semua, kepada media tolong, tolong bantu juga dimudahkan ini semua dicabut beritanya semua atau bisa menulis yang baik-baik saja. Kalau bersinggungannya langsung ke saya silakan karena kan saya publik figur juga, saya artis, silakan. Tapi kalau dampaknya ke anak-anak, ingat lho semua ikut bertanggung jawab. Tolong semua di sini harus ikut merasa bertanggung jawab pada anak-anak," kata Arik saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (26/7/2018).

"Di sini saya jadi pelajaran. Anggap saja lah yang contoh buruk dalam kehidupan sosial umtuk pembelajaran masalah tumah tangga saya ini. Tolong jangan ditiru lagi, atau terjadi lagi dengan artis lain atau sama warga, tolong, tolong dicermati. Biarkan saya, saya ikhlaskan. Ya Allah saya ternyata dalam hidup ada manfaatnya ya, saya memberikan contoh pada masyarakat, mudah-mudahan masyarakat Indonesia lebih hebat, lebih aware, lebih punya hati daripada masayarakat lain di dunia untuk masalah ITE, masalah di medsos," lanjut ayah dua anak ini.

Untuk kebaikan anak-anaknya, Arik mulai melarang buah hatinya untuk menonton YouTube dan tayangan infortainment. Jika dirinya sedang menonton drama, sebisa mungkin anak-anak juga tak ikut melihat. Ada filter-filter yang akan diterapkan pada anak-anaknya.

"Filternya dari batasan umur saja. Karena biar dia menyerap atau menyikapi masalah hidupnya mereka sesuai dengan tumbuh kembang dia. Jadi dia lebih siap. Saya juga itu diajarin ya sama psikolog anak, jadi dijaga banget. Kenapa anak saya bisa rutin saya bawa ke psikolog anak ya itu bentuk perhatian saya dan kepedulian saya terhadap tumbuh kembang anak," pungkas Arik.

(kpl/far/pit)


Sumber: Kapanlagi.com