Disidang di Pengadilan Musik, Band 'Jasad' Bocorkan Rencana Peluncuran Album ke-5

ARTIS | 22 Juli 2019 05:46 Reporter : Dian Rosadi

Merdeka.com - Band death metal asal Bandung, 'Jasad' menjadi terdakwa pada Pengadilan Musik DCDC edisi ke 34. Dalam acara yang digelar di Kantin Nasion The Panas Dalam itu, terungkap jika Jasad akan kembali merilis album terbaru.

Band Jasad yang beranggotakan lima personel yakni Mohamad Rohman (vokal), Yuli Darma (bass), Ferly Suferli (gitar), Reduan Purba (Gitar) dan Oki Fadhlan (drum) ini menjadi formasi terbaik dalam sejarah panjang perjalanan karir mereka di kancah musik death metal. Kombinasi mematikan antar generasi old skool death metal dengan suntikan darah segar dengan semangat modern death metal.

1 dari 2 halaman

Luncurkan Album ke-5

Vokalis Jasad, Mohamad Rohman atau yang lebih dikenal dengan nama Man Jasad membocorkan terkait album terbaru bandnya. Dia mengatakan bahwa album terbarunya memiliki filosofi tersendiri dengan angka '5'.

"Ya, album yang kelima title juga cuma angka 5. Bisa penta, bisa five, lima, whatever. Itu sebetulnya lebih mencerminkan karena kita kelima. Sengaja milih 5 lagu dan sekarang personelnya 5. Intinya disana," kata Man saat dalam acara Pengadilan Musik yang digelar di Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, belum lama ini.

Man mengungkapkan, secara konsep dalam album ini berbeda dibanding album sebelumnya. Dia pun akan memberikan kejutan untuk para penggemar musik death metal di tanah air di album barunya.

"Secara musikalitas beda, maksudnya lebih heavy, lebih powerfull dan lebih banyak kreatif dari perpindahan perpindahan. Kemudian dari segi lirik juga lebih mengembang. Jadi ada pengembangan, engga stagnan gitu ya harus dinamis," ucap Man.

Semua proses pembuatan album ke-5 ini kata Man sudah hampir rampung. Rencananya album ini akan segera dirilis pada Agustus mendatang.

"Proses pembuatan album sudah selesai tinggal cetak cover. Mudah mudahan Agustus. Saya pengennya Agustus mudah-mudahanlah pas 17 Agustus idealnya. Saat perilisan album terbarunya nanti kita ingin bikin private launching. Pengennya biar lebih enak spiritnya," ungkap Man.

Jasad berdiri sejak 1990 di Ujungberung. Band yang telah berkiprah selama 29 tahun ini telah menelurkan beragam karya. Mulai dari mini album bertitle C’est La Vie(1996/Palapa Record), album penuh Witness Of Perfect Torture(2001/Rottrevore Records), Annihilate The Enemy (2005/Sevared Records) dan Rebirth of Jatisunda (2013) berhasil dirilis di sepanjang perjalanan karir Jasad. Album-album tersebut menjadi amunisi Jasad untuk makin tak terbendung, hingga berhasil merambah ke panggung-panggung kaliber dunia. Sebut saja festival musik metal besar Obscene Extreme 2015 di Republik Ceko pada 2015 silam serta Bloodstock Open Air pada tahun 2015 di Inggris.

2 dari 2 halaman

Jadi Terdakwa

Idealisme, konsistensi, dan kematangan musikalitas para personelnya selama 29 tahun sudah tentu patut untuk mendapat perhatian dan apresiasi. Hal itu pula lah yang akhirnya menjadi dasar Pengadilan Musik edisi ke-34 mengundang Jasad sebagai bintang tamu.

Dalam sidang kali ini menghadirkan dua Jaksa Penuntut Umum Budi Dalton dan Pidi Baiq. Sementara tim pembela terdiri dari Ruly Cikapundung dan Yoga PHB.Untuk jalan persidangan dipimpin langsung Eddi Brokoli sebagai Panitera. Ada momen yang cukup unik dalam episode kali ini. Man yang biasanya bertindak menjadi Hakim, kali ini harus menjadi terdakwa bersama bandnya.

Selama persidangan di Pengadilan Musik berlangsung, dipenuhi dengan gelak tawa penonton, karena lontaran pertanyaan-pertanyaan 'menggelitik' dari Budi Dalton dan Pidi Baiq.

"Mengapa namanya Jasad?" tanya Budi Dalton.

Yuli Darma, sang basis memberikan jawaban. Jasad yang awalnya tampil di festival Agustusan memilih nama tersebut. Banyak makna dari kata Jasad.

"Yang lain waktu itu pakai nama Inggris, kami mencari nama yang Indonesia. Akhirnya dapat nama Jasad, artinya, jangan asal sada," katanya.

Namun ada pula persepsi yang mengaitkan Jasad dengan singkatan Jasmani Angkatan Darat. Hal ini dikaitkan dengan salah satu markas TNI AD di Ujungberung. Seperti diketahui band Jasad lahir di Ujungberung.

Edi Brokoli yang bertindak sebagai panitera mengatakan, pengadilan musik episode kali ini memang cukup istimewa. Sebab Man yang biasanya bertindak menjadi hakim, namun sekarang menjadi terdakwa.

"Jadi episode kali ini istimewa, karena hakimnya jadi terdakwa. Secara band ia (Man Jasad) adalah vokalisnya, jadi jalannya persidangan dan akan berbeda dibandingkan sebelumnya," ungkapnya.

Adanya pengadilan musik ini pun kata Eddi Brokoli menjadi ajang untuk melatih mental para musisi. Sebab mereka akan dihadapkan dengan pertanyaan dari para jaksa penuntut umum yang juga merupakan musisi.

"Ini sangat bagus karena melatih mental musisi yang baru mengeluarkan album lagi mengerjakan proyek solo atau pun, karena ini cara baru untuk mereka mempromosikan. Ini bagus bagi mereka, karena hanya disini terdakwa ngantuk buat diadili," katanya.

Perwakilan brand Djarum Cokelat, Nesa Marieta, menambahkan event Pengadilan Musik selalu mendapat antusiasme yang tinggi dari penikmati musik.

"Antusiasnya bagus. Harapannya bisa dinikmati oleh para penonton," ungkapnya.

Dia menyebut dalam edisi ke-34 ini, band Jasad diundang di Pengadilan Musik untuk mempertanggungjawabkan karya terbaru mereka. Apalagi dalam waktu dekat mereka akan mengeluarkan album baru. (mdk/end)

Baca juga:
Konser Satu Hati Juli 2019 - Pagelaran Musik Persembahan Satu Fest dan Tiket.com
Undang Artis hingga Musisi ke Istana, Jokowi Janjikan Dana Abadi Pekerja Seni
Fakta-Fakta Sosok Rich Brian, Dipuji Jokowi Dikritik Mantan Wamenlu
Sam Udjo, Maestro Angklung yang Melanglang Buana ke 5 Benua
Manshur Praditya, 'DJ Angklung' Asal Bandung yang Tampil di Berbagai Negara
Diplomasi Budaya Lewat Musik Bambu antara Indonesia dan Malaysia
Produk Bambu Asal Bandung Banyak Diminati di Malaysia