Fakta-Fakta Mengejutkan Kasus 'Ikan Asin' Usai Fairuz Datangi Komnas Perempuan

ARTIS | 10 Juli 2019 08:51 Reporter : Dian Rosadi

Merdeka.com - Kasus ungkapan 'Ikan Asin' antara Galih Ginanjar dan sang mantan istri, Fairuz A Rafiq terus bergulir. Kasus ini bermula dari ucapan Galih yang mengungkap aib sang mantan istri. Galih menyebut jika Fairuz memiliki bau tidak sedap seperti ikan asin. Hal itu disampaikan Galih Ginanjar di channel youtube milik Rey Utami dan Pablo Benua.

Setelah sebelumnya datang ke Polda Metro Jaya, Fairuz A. Rafiq ditemani kuasa hukumnya, Hotman Paris mendatangi Komnas Perempuan pada Senin (8/7) kemarin. Fairuz ditemani sang suami Sonny Septian serta beberapa kelompok perempuan yang memberikan dukungan.

Usai bertemu dengan para komisioner Komnas Perempuan, kuasa Hukum Fairuz, Hotman Paris menyampaikan sejumlah fakta terbaru.

1 dari 4 halaman

Dugaan Penyebaran Konten Asusila

Di hadapan komisioner Komnas Perempuan, Fairuz A Rafiq menyampaikan laporan pengaduannya terkait kasusnya. Hotman Paris menyebut jika kesimpulan sementara dari hasil pertemuannya itu yakni terpenuhinya unsur pasal 27 ayat 1 UU ITE yakni terkait penyebaran konten asusila.

"Inti dari kesimpulan sementara dari komisioner komnas perempuan adalah telah dipenuhi sebagai ahli yang membidangi hal-hal seperti ini memang unsur unsur 27 ayat 1 yaitu dugaan penyebaran konten asusila sudah sangat terbukti. Itu menurut versi mereka. Bahkan tadi selama pertemuan Fairuz boleh dikatakan 90 persen waktunya hanya menangis," kata Hotman Paris seperti dikutip dari kanal youtube miliknya.

2 dari 4 halaman

Dugaan KDRT

Dalam pertemuan dengan komisioner Komnas perempuan, Fairuz juga ditanya terkait adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya. Namun penjelasan KDRT ini kata Hotman Paris bersifat rahasia.

"Sesudah tadi penjabaran UU ITE maka komisioner juga meminta apakah ada dugaan KDRT. Pengertian KDRT sekarang ini bukan hanya selama perkawinan tetapi sesudah perkawinan. Cuma KDRT itu penjelasannya bersifat rahasia hanya boleh Fairuz empat mata dengan mereka. Akhirnya kita keluar semua," kata Hotman Paris.

3 dari 4 halaman

Jumlah Terlapor Kemungkinan Bertambah Satu Orang

Hotman Paris menyebut jika kemungkinan ada satu orang lagi yang akan menjadi terlapor dalam kasus 'Ikan Asin' antara Fairuz dan Galih Ginanjar. Menurut Hotman ada oknum satu orang lagi yang sangat berperan dalam pembuatan konten youtube yang dipublikasikan channel youtube milik Pablo dan Rey Utami.

"Dari pengamatan kami yang dilaporkan baru tiga. Kami mengimbau kepada penyidik ada dugaan bahwa ada oknum orang lain satu orang lagi sangat berperan dalam youtube tersebut. Identitasnya Saya kira hanya kepada penyidik bahwa ada seorang oknum lagi sangat berperan dalam pembuatan youtube tersebut. Sehingga kalau memang unsur terpenuhi dugaan tersebut benar, sehingga bisa ikut menjadi terlapor. Istilahnya pasal 55 56 KUHP Pidana dugaan turut serta. Anda sudah tahu kira kira siapa," ungkap Hotman.

4 dari 4 halaman

Ajak Iriana Jokowi Ikut Memantau Kasus Fairuz

Hotman Paris mengimbau kepada ibu negara Iriana Jokowi untuk mengawal kasus ini sesuai kewenangannya. Sebab hal ini menyangkut dengan wanita.

"Kami mengimbau kepada karena ini menyangkut wanita, kepada ibu negara yaitu ibu Iriana agar ikut memberikan support sesuai dengan kewenangannya untuk memantau kasus ini agar benar benar cepat tindakan hukum segera dilakukan," ucap Hotman Paris. (mdk/end)

Baca juga:
Pengakuan dan Penyesalan Galih Ginanjar Usai Diperiksa Polisi Kasus Bau Ikan Asin
Bertemu Komisioner Komnas Perempuan, Fairuz A Rafiq Tak Berhenti Menangis
Kasus 'Ikan Asin', Polisi akan Periksa Barbie Kumalasari dan Rey Utami Lusa
Motif Galih Ginanjar Sebut 'Bau Ikan Asin' buat Permalukan Fairuz A Rafiq
Kasus 'Ikan Asin' Belum Usai, Fairuz A Rafiq Bakal Datangi Komnas Perempuan
Kasus 'Bau Ikan Asin' Fairuz A Rafiq Naik ke Penyidikan