Film horor villa berdarah lirik negara-negara asia jadi target market

Film horor villa berdarah lirik negara-negara asia jadi target market
ARTIS | 9 April 2018 11:30 Reporter : Kapanlagi.com Sumber:

Merdeka.com - Industri perfilman Indonesia sedang berkembang. Dimana sejak setahun belakangan bukan hanya film yang bercerita tentang percintaan saja yang digemari, film horor pun memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Terutama sejak munculnya film DANUR dan PENGABDI SETAN yang sukses menembus jutaan penonton.

Hal ini menjadi faktor pendorong bagi para sineas bangsa untuk mulai tergerak membuat film horor baru. Sebut saja sutradara Bambang Drias. Melihat antusiasme masyarakat yang semakin menggemari film horor, Bambang memiliki ketertarikan untuk membuat film dengan genre yang sama.

Ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (8/4), Bambang mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan sebuah film horor berjudul VILLA BERDARAH. Film ini sendiri dikabarkan akan diputar di bioskop pada bulan Mei 2018. "Saat ini fim horor memang sedang bagus-bagusnya dari segi penonton. Ya, kita turut senang dengan fenomena ini. Apalagi sebelumnya kita juga pernah membuat film horor juga," kata Bambang.

Film ini pun melibatkan sejumlah nama besar, seperti Patrick Lim sebagai produser, juga Lukas Aspari dan Mr. Gwei Tze Co sebagai produser eksekutif. Film join produksi antara Indonesia dan Malaysia ini dibintangi oleh sederetan aktor dan aktris dalam negeri, sebut saja Dara The Virgin, Laura Theux, Meta Permadi, Aliyah Fiziah, Egi Fedly, serta Al Ghazali.

"Penonton akan dibuat penasaram lewat suguhan yang sangat menarik dan penuh teka-teki. Ini yang membedakan VILLA BERDARAH dengan horor yang pernah tayang," kata Lukas Aspari. Kisahnya sendiri berasal dari persahabatan 4 remaja , yaitu Wennie (Aliyah Faiziah), Nina (Dara The Virgin), Wulan (Meta Permadi), dan Cherry (Laura Theux). Dimana suatu hari keempat sahabat ini pergi ke sebuah villa untuk berpesta dan berlibur. Saat pesta berlangsung Wennie mengalami sebuah kejadian yang tidak diinginkan karena sang kekasih yang diperankan oleh Al Ghazali melakukan tindak kekerasan padanya dan membuatnya trauma. Bermaksud untuk menghilangkan trauma yang dialaminya, Wennie dan teman-temannya kembali ke villa yang sama beberapa tahun kemudian. Disinilah semuanya bermula, dimana villa tersebut menjadi angker dan sebuah tragedi pun kembali terjadi. Mereka justru mendapatkan teror dari arwah penasaran penghuni villa.

Proyek kerja sama Indonesia dan Malaysia ini telah digarap pada akhir tahun lalu di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat dan akan dipasarkan sampai ke Malaysia. Patrick Lim menuturkan, "Potensi marketnya ada di Indonesia dan Malaysia. Tidak menutup kemungkinan di Kamboja dan Vietnam. Kita juga akan memasarkan secara global karena kita percaya kualitas film ini memang bagus."

(kpl/far/ren)


Sumber: Kapanlagi.com

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami