Ika Natassa ciptakan dunia sendiri lewat tulisan

ARTIS | 28 April 2018 16:16 Reporter : Kapanlagi.com Sumber:

Merdeka.com - Conference iDEAX x The NextDev 2018 semakin seru, dalam sesi Writing A World, Creating Characters, Living A Life. Apa lagi saat Ika Natassa datang memasuki stage. Penulis in pun langsung menyapa seluruh peserta yang hadir.

Ika langsung membuka acara dengan sebuah pertanyaan. Langsung saja para peserta langsung menyambutnya, terlebih lagi para fans setianya. "Ada yang penasaran nggak sama yang jadi Harris?" ucap Ika Natassa.

Sesi dimulai dengan Ika Natassa memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Ya, ia seorang banker yang cinta akan menulis. Tak terasa, ia pun menekuni hobi menulis hingga menjadi karirnya kini sudah 11 tahun lamanya.

"Hidup ini sebenarnya adalah perjalanan. Hidup baru memiliki makna kalau orang itu tahu dia dari mana dan mau jadi apa. Kalau mau tahu kamu jadi apa, dimulai dari harus tahu di mana kamu berada," ucap Ika Natassa.

Ika menekuni dunia sebagai penulis berawal dari pengalaman pribadinya sendiri. Ia tak dapat menemukan sebuah novel yang menceritakan tentang kehidupan seorang banker. Berangkat dari situlah, hingga akhirnya ia meluncurkan novel pertamanya 'A Very Yuppy Wedding'.

Tak tanggung-tanggung 10 buku pun telah ia lahirkan dari pikirannya. Tak hanya itu, buku-bukunya pun disambut hangat oleh para pembaca di luar sana. Termasuk karyanya yang menakjubkan 'Antologi Rasa' dan yang telah diangkat ke layar lebar 'Critical Eleven'.

"Seorang penulis itu yang penting bukan idenya, tapi the art of story telling," ucap wanita kelahiran Medan ini.

Tak hanya menulis, ia pun seakan membuat dunianya sendiri untuk para tokoh yang ada di novelnya. Ya, ia membuat akun Twitter untuk sang tokoh. Dari situ Ika membuat sang tokoh tersebut dapat berinteraksi dengan tokoh lainnya ataupun para pembaca. tak disangka, para netizen pun menyambutnya dengan baik. Karena mereka pikir, ini adalah sesuatu yang menarik.

Dari sebuah ide-idenya tersebut, ia pun mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan Twitter Indonesia. Dari semua yang ia lakukan, ia pun telah membuktikan bahwa sebagai penulis tak hanya sedekar menulis saja, namun harus ada ciri khas tersendiri yang harus dibuat.

(kpl/gen)


Sumber: Kapanlagi.com