Iwan Fals Minta Aparat Hukum Tangkap Dalang Kerusuhan 22 Mei

ARTIS | 25 Mei 2019 21:03 Reporter : Dian Rosadi

Merdeka.com - Aksi 22 Mei yang berujung kerusuhan menjadi keprihatinan semua pihak. Betapa tidak, akibat dari kerusuhan tersebut sampai menyebabkan korban tewas.

Musisi senior Iwan Fals angkat suara. Dia mengaku menyayangkan aksi yang berujung kerusuhan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Dia menyerukan kepada aparat hukum untuk segera menangkap dalang aksi kerusuhan.

"Yang Terhormat, Bapak Ibu Petugas Hukum, kalau sudah tau siapa dalang perusuhnya, ya mbok segera ditangkap, klo gak nanti tuman lo, bagaimana bisa hidup normal klo kepastian hukumnya "gak jelas"...Semoga Indonesia Berbahagia...(emoji cinta)," tulis Iwan Fals di akun twitter.

Seperti diketahui, sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa pada 21-22 Mei 2019 lalu. Mereka melakukan demonstrasi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menolak hasil Pemilu 2019.

Awalnya, aksi massa berlangsung damai. Namun pada Rabu (22/5) dini hari sebagian massa mulai brutal. Mereka melakukan kerusuhan di beberapa titik wilayah Jakarta. Letupan kericuhan sebenarnya sudah terjadi pada 21 Mei 2019.

Polisi menduga, sejumlah kericuhan terjadi karena ada provokatornya dan sudah disiapkan oleh sekelompok orang.

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mengaku telah mengetahui dalang kerusuhan pada 22 Mei 2019. Dalang itu diketahui dari investigasi intelijen yang selama ini terus mengamati situasi sebelum aksi terjadi. Namun pemerintah enggan mengungkap siapa dalang kerusuhan itu.

"Kalau saudara jeli mengamati, kan ada satu keterkaitan antarkasus satu dengan kasus yang lain. Makanya kami simpulkan dalang itu kami sudah tahu dan sedang dalam kajian penyelidikan lebih dalam lagi," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

Hingga berita ini ditulis, tweet Iwan Fals telah disukai lebih dari 6 ribu dan di retweet 2.781.

Baca juga:
Laporkan Prabowo Cs, Politisi PDIP Ini Diminta Tunggu Hasil Putusan MK
Ada Korban Anak di Demo 22 Mei, Polri Bentuk Tim Pencari Fakta
Sebelas Perusuh 21-22 Mei Terancam Penjara Lebih dari Lima Tahun
Kominfo Catat 30 Hoaks Tersebar pada 21-22 Mei, Paling Banyak via Twitter
Gerindra Investigasi Pengisi Batu di Ambulans Saat Demo 22 Mei
Ini Alasan Kemenkominfo Cabut Pembatasan Penggunaan Medsos

(mdk/end)