Lihat Paludarium Seharga Rp200 Juta Milik Baim Wong, Irfan Hakim Melongo

Lihat Paludarium Seharga Rp200 Juta Milik Baim Wong, Irfan Hakim Melongo
ARTIS | 25 Maret 2020 10:08 Reporter : Astri Agustina

Merdeka.com - Baim Wong memiliki paludarium yang belum lama ini selesai dikerjakan. Melihat paludarium Baim, Irfam Hakim sampai melongo saking kerennya. Irfan pun tak segan memuji paludarium tersebut.

Dalam video di saluran YouTube Panke Kenzho dijelaskan, paludarium merupakan gabungan dari akuarium dan teratium. Dengan begitu, biota air, amphibi, dan biota darat dapat disatukan dalam suatu ekosistem mini.

1 dari 7 halaman

Suami Paula Verhoeven itu membuat paludarium karena berawal dari permintaan sang istri. Kehadiran paludarium diyakini mampu membuat ruangan lebih indah dan juga rileks.

irfan hakim

YouTube deHakims 2020 Merdeka.com

2 dari 7 halaman

Lewat video di saluran YouTube deHakims dengan tajuk 'Anter Ikan Kesayangan Gw Buat Paludarium Baim, Eh Malah Begini' yang tayang pada 24 Maret 2020, Irfan berkunjung ke kantor Baim.

Ia melihat paludarium Baim yang berada di ruang meeting lantai atas kantornya. Saat melihat paludarium tersebut, Irfan melongo dan memuji.

3 dari 7 halaman

"Ini keren banget, asli ini keren banget," kata Irfan Hakim.

irfan hakim

YouTube deHakims 2020 Merdeka.com

4 dari 7 halaman

Melihat paludarium super kece itu, rasa penasaran Irfan muncul. Ia kemudian bertanya perihal harga membuat paludarium itu kepada Baim. Ternyata, Baim merogoh kocek yang fantastis untuk membuat paludarium itu.

"Lu abis berapa nih bikin begini?," tanya Irfan.

5 dari 7 halaman

"Ini itu sekitar 200an (Rp200 juta) lah," jawab Baim santai.

irfan hakim

YouTube deHakims 2020 Merdeka.com

6 dari 7 halaman

Di kolom komentar, warganet pun menyoroti paludarium yang dibuat Baim dengan harga fantastis itu. Banyak yang memuji paludarium milik Baim.

irfan hakim

YouTube deHakims 2020 Merdeka.com

7 dari 7 halaman
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5