Masih Ingat Pemeran Kang Mus di Sinetron 'Preman Pensiun' Ternyata Begini Nasibnya

ARTIS | 16 Desember 2019 15:54 Reporter : Endang Saputra

Merdeka.com - Epy Kusnandar atau Kang Mus merupakan aktor yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Berkat peran sukses dirinya dalam sinetron 'Preman Pensiun' nama Kang Mus pun melekat pada dirinya. Epy sendiri, mengawali karier dalam dunia hiburan telah cukup lama.

Namun kini, Epy Kusnandar banting setir menjadi pedang kaki lima untuk mencari rejeki. Walau masih dibayang-bayang nama besarnya sebagai pesinetron bukan masalah bagi Epy untuk terjun langsung menangani usaha baru..

Usaha Epy Kusnandar dibantu dengan beberapa karyawan, namun Epy pun tak malu mendorong gerobak dagangannya menuju lokasi tempat berjualan.

1 dari 10 halaman

Hidup Harus Cape

Dulu, nama Epy sangat dikenal dalam sinetron 'Preman Pensiun', kini artis kondang ini harus jualan di kaki lima untuk menyambung hidup.

"Hidup ini memang harus cape dan nanti kita petik hasilnya," kata Epy.

2 dari 10 halaman

Ikut Pasang Tenda

Kesibukan Epy tak berhenti sampai di situ, sesampainya di lokasi ia pun langsung menyusun besi-besi untuk membangun sebuah tenda dan dilanjutkan dengan memasang kompor hingga menata meja dan kursi.

Walau membaur bersama pegawainya sosok Epy rupanya masih menanti sejumlah orang untuk bisa foto bersama atau sekadar menyapanya.

"Harus saling menopang satu sama lain, tetangga sebelah kiri kanan harus saling mengikat," kata Epy sambil memasang tenda.

3 dari 10 halaman

Kerja Keras

Menurut sang istri Karina Ranau, kini suaminya sudah pensiun di dunia hiburan.

"Sekarang kan sudah pensiun kalau enggak kerja karas tar dapurnya enggak ngebul," kata Karina, seperti dikutip dari Selebrita7. com

4 dari 10 halaman

Bersihkan Kangkung

Epy yang biasa menjalani aktivitas syuting kejar tayang seperti sudah terbiasa kerja di bawah tekanan, bagaimana tidak usai mendirikan tenda dan menata meja langsung menuju tumpukan kangkung untuk ia segera bersihkan. Sementara sang istri mulai menata makanan.


"Beda kangkung rawa,sama kangkung untuk warteg, kangkung untuk seafood beda, bedanya itu lebar kangkung 7 cm kalau untuk seafood kalau untuk rawa dipakai untuk seafood suka hitam gelap, ini tetap hijau segar, kadang saya suka metik kangkung, belanja kangkung kadang-kadang salah nah itu jadi pengalaman, pengalaman adalah guru yang terbaik," kata Epy.

5 dari 10 halaman

Menu Makanan

Menu makanan ini yang didominasi makanan khas Sunda seperti ayam goreng, lalapan, jengkol dan pete sampai beberapa jenis hasil olahan laut menjadi sajian yang disuguhkan kepada pembeli.

"Ini menu-menunya ada ayam, ada ceker, ada kepala, ada usus, ada jengkol dan pete, ini ada seafood juga dan menu andalannya ayam kremes, nanti istri saya akan mendadak bikin sambal,"ujar Epy.

6 dari 10 halaman

Ikut Sibuk

Sebagai pemilik warung Epy dan sang istri Karina, tak hanya duduk saja mengawasi para pegawainya, dengan sigap dan cekatan pasangan ini pun turun langsung melayani pembeli. Dan Epy sibuk menggoreng sejumlah pesanan seperti ayam, tahu dan tempe.

Sementara sang istri Karina memilih untuk mengulek sambal yang digadang-gadangkan menjadi sambal andalan di warungnya.

"Kerangnya mau dimasak apa pak, ada saos tiram, asem manis, lada hitam," kata Karina kepada pembeli.

"Lada hitam," jawab salah satu pembeli.


"Silakan, pembeli mau membeli ayah kremes, ayam andalan ayam kremes," kata Epy.

"Ini sambal kesukaan bapak,sambal terasi namanya sambal uma,pedasnya luas biasa ini, cocoknya sama jengkol," kata Karlina sambil mengulek.

7 dari 10 halaman

Koreksi

Epy pun mempertanyakan kepada salah satu pembeli gimana rasanya dan kurangnya di mana nanti biar ada koreksi.


"Kalau untuk rasa sudah pas kang, hanya pelayanannya saja harus ditingkatkan," kata salah satu pembeli.

8 dari 10 halaman

Hidup Butuh Perjuangan

Hidup memang butuh perjuangan, dan hidup adalah sebuah pilihan, sadar jika dunia entertainment tidak bisa lagi menjamin masa tuanya, pria yang mengawalinya sebagai teater ini harus puas mengais rejeki dari menjual makanan. Meski Epy harus lupa makan karena sibuk melayani pembeli. Hasil kerja kerasnya pun diganjar dengan sejumlah lembaran rupiah di tangannya.

"Susah mencari Rp1 juta itu, belum lagi dipotong belanja," kata Epy.

"Sampai enggak sempat makan, tukang jualan makan sampai enggak sempat makan, goreng jengkol dan sambal mendadak," kata Epy.

9 dari 10 halaman

Kerja di Dunia Hiburan ada Masanya

Menurut Karina, bahwa kerja di dunia entertainment itu kalau sedang di atas karirnya, sangat mudah lah mencari pundi-pundi rupiah.

"Kalau di dunia entertainment gampang mencari uang enggak juga sih, tetapi itu entertainment kan ada masanya kalau misalnya lagi di atas ya di atas, dapatnya juga lumayan, kalau kayak gini kita merintis dari nol, mengumpulkan seribu dua ribu, tetapi misalnya bisa jalan terus kan semakin semangat, buka menjanjikan tetapi setiap hari tuh Alhamdulillah ada, mau cari duit dari mana yang penting halal," kata Karina.

10 dari 10 halaman

Bikin Stres

Epy yang jarang muncul di TV atau mungkin tak pernah lagi tampil di hadapan publik karena telah menggeluti profesi lain. Membuat dirinya stres

"Lama diam di rumah juga bikin stres akhirnya saya mempunyai kegiatan seperti ini buka warung bisa memacu semangat bahwa seperti ada kehidupan baru lagi, jika dunia ke artisan itu saya tinggalkan tidak kaget buat saya dan tidak kaget buat pemirsa," kata Epy. (mdk/end)

Baca juga:
5 Artis Indonesia Ini Gak Gengsi Jualan di Kaki Lima
Selain Agung Hercules, Para Artis Ini Pernah Derita Kanker Otak dan Sembuh
Tak Menyerah, 8 Artis Indonesia ini Mampu Taklukkan Kanker
Dibilang suara mirip Rhoma Irama, Epy Kusnandar kaget
Rambah dunia musik, Epy Kusnandar dapatkan hikmah dari lagu
Konflik rumah tangga jadi modal duet Epy Kusnandar & Istri

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.