Medina Zein Tanggapi Pernyataan Irwansyah: Bentuk Usaha Kita Bukan Warung

Medina Zein Tanggapi Pernyataan Irwansyah: Bentuk Usaha Kita Bukan Warung
ARTIS | 28 Maret 2020 11:02 Reporter : Dian Rosadi

Merdeka.com - Medina Zein turut menanggapi surat terbuka yang disampaikan Irwansyah. Dia menyampaikan beberapa poin terkait polemik aliran uang perusahaan senilai Rp1,9 miliar.

Hal itu disampaikan Medina Zein lewat postingannya di instagram. Ada 7 poin yang disampaikan Medina Zein.

1 dari 5 halaman

Tak Pernah Mengakui Perusahaan Merupakan Usaha Sendiri

Di awal tulisannya, Medina Zein mengaku jika dirinya tidak pernah mengakui jika PT Bandung Makuta merupakan usahanya sendiri. Medina mengaku jika dirinya merupakan pemodal yang menyetor uang paling besar.

"Menanggapi surat terbuka sdr.iR. Saya tidak pernah mengakui bahwa saya memiliki usaha itu sendiri. Memang benar saham saya cuman 20 persen TAPI cuman saya dan LCB saja yang menyetor dana dan saya terbesar setor dananya. Hmm yang lain kan saham kosong tnpa menyetor dana jadi wajar pada ngga merasa dirugikan dan saya ikut membantu mendirikan usaha ini dengan mencari tempat, ikut mempromosikan dan menaruh orang operasional di usaha ini baik kan (Kalau mau terangin yang jelas sekalian mas)," tulis Medina.

2 dari 5 halaman

Medina: Bentuk Usaha Kita Bukan Warung

Terkait pernyataan Irwansyah yang menyebut Medina Zein telah menyetujui rapat, dia menyebut harus ada aspek legalitas. Apalagi ini menyangkut uang yang jumlahnya tidak sedikit. Medina menegaskan bahwa usahanya itu merupakan perseroan bukan warung.

"Perihal saya kata nya menyetujui rapat tahun 2017 itu.... Rapat yaa harus jelas, apalagi rapat membahas terkait uang yang jumlah nya tidak sedikit, bentuk usaha kita kan perseroan terbatas bukan WARUNG , harus ada undangan RUPS.. RUPS juga ada RUPS tahunan dan RUPS luar biasa dan hasil yang ditanda tangan basah bersama atau kalo terpisah rapatnya ada usulan sirkuler dan semua itu ada mekanismenya kan... Lah ini ga pernah ada dan kalo ada coba dong bisa ditunjukin buktinya dan kita uji keasliannya secara legal sampe sekarang kan ga pernah ada / di munculkan," tulis Medina lagi.

3 dari 5 halaman

Soal Foto

Terkait Irwansyah yang menyebut memiliki bukti foto, Medina menyangkal hal tersebut. Dia menyebut foto itu bukanlah dokumentasi dalam rangka persetujuan rapat.

"Soal foto saat 2017 itu ? Jikapun ada Foto2 saat itu tujuannya bukan dalam rangka dokumentasi sebagai bentuk persetujuan Rapat kok, karena bentuk persetujuan dalam Rapat Perusahaan kan harus dibuat secara tertulis dan otentik ya, sekali lagi ini Kita sedang membuat Usaha dalam bentuk PT ya bukan WARUNG .. (Wajar lagi pada kumpul foto2 kan)," katanya.

4 dari 5 halaman

Tak Cuma Soal Fee Management

Medina mengungkapkan jika yang dilaporkan ke polisi bukan hanya soal fee management.

"Lagian yg dilaporin disini bukan hanya yang diklaim fee management tpi disini juga ada dugaan aliran dana masuk ke rekening pribadi MAS nya yang katanya dia ngga sadar itu dan rekeningZ lainya yang ga ada hubungan nya dengan operasional perusahaan dan ga ada dlm perjanjian pendirian akta (kok ngga dibahas yah MAS w)," katanya.

5 dari 5 halaman

Laporan Diproses di Polrestabes Bandung

Seperti diketahui, Medina Susani atau Medina Zein melaporkan Irwansyah ke polisi. Hal ini terkait dugaan penggelapan dana toko kue kekinian senilai Rp1,9 miliar

Medina Zein bahkan telah secara resmi melaporkan Irwansyah ke Polrestabes Bandung. Irwansyah dinilai tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut. (mdk/end)

Baca juga:
Bantah Tudingan Medina Zein Soal Penggelapan Rp 1,9 M, Irwansyah Tulis Pesan Menohok
Unggahan Perdana Medina Zein Usai Terjerat Kasus Narkoba: Saya Hanya Manusia Biasa
Medina Zein Akui Bipolar Karena Genetik, Ini Bantahan Sang Ibunda
Medina Zein Diputuskan Jalani Rehabilitasi Terkait Narkoba
Medina Zein Akhirnya Buka Suara, Positif Amphetamine Karena Idap Bipolar Sejak 2016
Tersangka Kasus Narkoba, Medina Zein Diputuskan Jalani Rehabilitasi

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami