Pesan Menyentuh Tentang Kehidupan dari Dosen Copet Saep Pemeran Preman Pensiun

Pesan Menyentuh Tentang Kehidupan dari Dosen Copet Saep Pemeran Preman Pensiun
ARTIS | 29 Mei 2020 08:52 Reporter : Dian Rosadi

Merdeka.com - Bagi penggemar sinetron Preman Pensiun, sudah tidak akan asing lagi dengan sosok Saep. Dia dikenal sebagai pemeran copet di sinetron garapan Aris Nugraha ini. Saep menjalankan aksinya dari satu angkot ke angkot lain untuk menjalankan aksinya

Pemilik nama asli Icuk Nugroho ini menyampaikan pesan tentang kehidupan. Menurut SaepPreman Pensiun yang dikenal sebagai'dosen copet' ini, ada tiga hal yang bisa membuat orang menjadi penjahat. Berikut pesan Saep seperti dilansir SOS channel

1 dari 5 halaman

Masyarakat Dibebani Beban Sosial

Saep mengungkapkan pandangannya terkait fenomena yang terjadi saat ini. Menurutnya masyarakat saat ini dibebani beban sosial.

"Saya Saep dosen sekolah percopetan saya ingin memberikan sesuatu yang menurut pendapat dan pandangan saya ini merupakan kejadian dan fenomenal alam yang terjadi di sekitar kita. Saya ingin mengimbau kepada masyarakat dan teman-teman khususnya yang ada di Indonesia bahwa kejadian-kejadian yang saya lalui ternyata banyak sekali masyarakat yang masih dibebani beban-beban sosial. Nah beban sosial ini yang akan menyebabkan adanya depresi kehidupan. Depresi kehidupan itu adalah salah satu tonggak lahirnya keberadaban manusia di luar nalar. Tindakan asosialis. Jadi seseorang bisa melakukan apapun yang dia kerjakan karena kebutuhan. Karena adanya kebutuhan hingga akhirnya tertekan dan manusia berubah yang tadinya baik menjadi jahat. Yang jahat ini yang akan mengganggu dalam kehidupan kita," kata Saep.

saep preman pensiun

©2020 Merdeka.com/SOS Channel

2 dari 5 halaman

Pengangguran Semakin Banyak

Saep menyebut ada tiga hal yang bisa membuat orang menjadi penjahat. Salah satunya pengangguran.

"Ada tiga hal yang membuat orang menjadi jahat. Pertama, pengangguran. Banyak orang yang tidak mendapatkan pekerjaan dan susah mencari pekerjaan," katanya.

saep preman pensiun

©2020 Merdeka.com/SOS Channel

3 dari 5 halaman

Kemiskinan Palng Dominan

Faktor lainnya yakni kemiskinan. Faktor ini menjadi yang paling dominan.

"Kedua itu adalah karena adanya kemiskinan. Nah ini faktor yang paling dominan. Angka kemiskinan di Indonesia itu sangat tinggi sekali, makin bertambah dan makin terlihat jelas kesenjangan sosial di kota dan desa," ucapnya.

saep preman pensiun

©2020 Merdeka.com/SOS Channel

4 dari 5 halaman

Lemah Iman

Faktor berikutnya, yakni lemah iman. Berkembangnya teknologi membuat sebagian masyarakat menjadi lalai dalam mempelajari ilmu agama.

"Ketiga, lemah iman. Masyarakat Indonesia sudah dekat teknologi yang menurut mereka untuk sekadar eksistensi saja. Tapi menurut saya itu menjauhkan diri dari membaca Al Quran dan juga menjauhkan diri dari ilmu-ilmu yang bermanfaat dari agama," ungkapnya.

saep preman pensiun

©2020 Merdeka.com/SOS Channel

5 dari 5 halaman

Penyebab Lahirnya Beragam Tindak Kejahatan

Tiga faktor tersebut lanjut Saep menjadi penyebab banyaknya tindak kejahatan yang terjadi saat ini.

"Tiga syarat in akan melahirkan seseorang menjadi jambret, maling, tukang todong, begal, pencuri dan menjadi copet itu adalah sebuah alternatif yang lain. Saya terlanjur prihatin. Jangan sampai terjadi pada anda anda," tutup Saep.

saep preman pensiun

©2020 Merdeka.com/SOS Channel (mdk/end)

Baca juga:
Cerita Dibalik Sepatu Adinda Gambar Daun Singkong 3 di Preman Pensiun
Kang Murad Pemeran Preman Pensiun yang Sangar Ternyata Miliki Bisnis Bodyguard
Pernah Dipenjara, Willy dan Kang Pipit Preman Pensiun Kembali Lagi ke Bui
15 Tahun Menjadi Tukang Parkir, Baihaqi Irvan Sekarang Jadi Artis Preman Pensiun
5 Potret Terbaru Epy Kusnandar, Pemeran 'Kang Mus' di Preman Pensiun
Alamak! Cantiknya Istri Ubed Tukang Cilok di Preman Pensiun 4

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5