Roy Marten Cerita Honor Terbesar Jadi Aktor, Bisa Dapat Rumah Besar Sekali Main Film

Roy Marten Cerita Honor Terbesar Jadi Aktor, Bisa Dapat Rumah Besar Sekali Main Film
ARTIS | 29 Mei 2020 17:25 Reporter : Dian Rosadi

Merdeka.com - Roy Marten menjadi salah satu aktor yang namanya sudah begitu dikenal masyarakat tanah air. Ayah dari Gading Marten ini menjadi salah satu aktor senior. Sudah tak terhitung lagi, film yang sudah dibintangi Roy yang dimulai dari tahun 1970-an.

Kepada Helmi Yahya, Roy Marten pun buka-buka soal honor yang diterimanya zaman dulu. Roy menyebut jika sekali main film, dia bisa membeli rumah besar saat itu.

1 dari 3 halaman

Dapat Honor Rp2 Juta

Awal-awal berkarier menjadi aktor, Roy Marten menyebut jika dirinya mendapat honor Rp2 juta. Angka Rp2 juta sat itu cukup besar.

"Ya angka Rp2 juta itu angka psikologis," kata Roy Marten di channel youtube Helmi Yahya.

2 dari 3 halaman

Honor Mulai Naik

Seiring namanya yang semakin terkenal, honor Roy marten sebagai aktor terus naik. Dia bahkan pernah dibayar di angka Rp40 juta untuk sekali main film.

"Dari situ, dapat Rp5 juta, Rp7 juta, dapat honor 40 Juta. Itu waktu main di film 'Gadis Marathon'," kata Roy.

3 dari 3 halaman

Bisa Beli Rumah Besar

Roy mengaku dengan uang itu, dia bisa membeli rumah besar. Bahkan di masa jayanya, setiap kali main film Roy bisa membeli sebuah rumah.

"Rumah 255 meter itu harganya Rp13 juta. Sekali main film bisa dapat rumah cukup besar ketika itu. Tapi ya habis aja," ucap Roy tertawa. (mdk/end)

Baca juga:
Kini Aktor Legendaris, Roy Marten Ungkap Pernah Jadi Gelandangan di Jakarta
Mau Cium, Roy Marten Pernah Ditampar Christine Hakim 17 Kali
Roy Marten Ternyata Bukan Nama Asli, Ini yang Sesungguhnya
Selalu Kompak, Ini 5 Momen Kebersamaan Roy Marten dan Anna Maria Main dengan Gempi
Rumah Roy Marten Jadi Langganan Banjir: Tetap Bersyukur
Sempat Kebanjiran, Ini 9 Potret Rumah Roy Marten Bergaya Tempo Dulu dan Luas Banget!

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5