Rumor kematian sempat jadi trending topic, Ratu Elizabeth II tak terima

Rumor kematian sempat jadi trending topic, Ratu Elizabeth II tak terima
ARTIS | 24 Juli 2018 16:28 Reporter : Riski Amalia

Merdeka.com - Ratu elizabeth II merupakan pemimpin yang tak hanya menjabat sebagai ratu monarki konstitusional dari 16 negara berdaulat. Ia juga menjadi gubernur dari Agung gereja Inggris. Seluruh berita tentangnya dan juga keluarga kerajaannya memang selalu menjadi hal yang dinantikan.

Bicara soal Ratu Elizabeth II, belum lama ini publik dihebohkan dengan kemunculan sebuah rumor yang menyebutkan kalau Pangeran Philip meninggal dunia. Berita kematian tersebut bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter pada Jumat (20/7) lalu.

Kaget dengan munculnya kabar hoax tersebut, amarah sang ratu pun langsung meluap-luap. Salah seorang juru bicara kerajaan mengaku jika Ratu Elizabeth II benar-benar tak terima dengan pemberitaan yang sangat tidak sopan ini.

"Mereka semua sepakat tak ada yang bisa dilakukan namun mereka benar-benar sangat marah. Bukanlah hal yang menyenangkan saat seluruh dunia berkomentar tentang kesehatan ataupun kematianmu, bahkan ketika kamu adalah seorang public figure. Itu menunjukkan kalau internet memang susah dikendalikan. Ratu benar-benar marah dan menganggap itu sangat memalukan," tuturnya.

Seperti yang kita tahu, sebelumnya Pangeran Philip memang sempat menjalani operasi di bagian pinggul. Namun kini kondisinya sudah mulai membaik dan rumor kematian tersebut bisa saja membuatnya kembali drop.

Disebutkan jika saat ini Ratu Elizabeth II sedang berlibur ke Craigowen Lodge yang terletak di Balmoral. Sementara itu, Pangeran Philip berada di Sandringham dan baru akan menyusulnya sekitar 2 minggu lagi.

Membahas mengenai Ratu Elizabeth II. Silsilah mengenai garis keturunan Ratu ini sedang menjadi perbincangan hangat di Timur Tengah.Al-Ousboue pun melakukan penelusuran garis silsilah Ratu Elizabeth II dan menemukan bahwa ratu merupakan keturunan ke-43 dari Nabi Muhammad SAW. Dengan adanya isu ini,Beberapa orang memandang negatif klaim tersebut dan menyebut itu hanyalah taktik untuk menghidupkan kembali kerajaan Inggris.

Sumber: Kapanlagi.com (mdk/mg2)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami