Sempat Dilema antara Harvard - Stanford, Maudy Ayunda Akhirnya Tentukan Pilihan

Sempat Dilema antara Harvard - Stanford, Maudy Ayunda Akhirnya Tentukan Pilihan
ARTIS | 23 Maret 2019 17:06 Reporter : liputan6.com

Merdeka.com - Liputan6.com, Jakarta Sekitar tiga minggu lalu, Maudy Ayunda mendapat dua kabar bahagia yang sekaligus juga membuatnya galau. Ia diterima di dua universitas top dunia, Harvard dan Stanford.

Alhasil, wanita 24 tahun ini sempat merasa bimbang karena keduanya merupakan tempat impiannya dalam menuntut ilmu sejak lama.

Maudy Ayunda mengakui bahwa ia sudah mengincar Stanford sejak lulus sarjana.

"Jadi aku tuh awalnya dari dulu punya mimpi ambil MBA Stanford tapi karena susah banget masuknya, acceptance rate (tingkat penerimaan)-nya tuh kecil terus setiap aku browsing ceritanya seram-seram, pokoknya aku takut banget lah," ujar Maudy Ayunda, seperti dilansir dari channel Youtube Najwa Shihab, Sabtu (23/01/2019).

Karena rasa takut itu, Maudy Ayunda mempertimbangakn opsi kedua di Harvard dengan program pendidikan yang ia sukai. Tapi ternyata, pilihannya tersebut juga diterima.

Impian Masa Kecil

sempat dilema antara harvard - stanford, maudy ayunda akhirnya tentukan pilihan

Dari obrolan ringannya dengan Najwa Shihab, Maudy membocorkan bahwa ia memilih Stanford sebagai tempatnya menempuh pendidikan S2. Padahal waktu kecil, Maudy sempat punya mimpi untuk sekolah di Harvard.

"Sebenarnya Harvard itu impian aku dari dulu, the school ya, dari SD, makanya itu yang jadi dilema. Waktu itu belum se-clear cut itu sih, masih lihat posternya, wow all the smart people go there, imagine how much I can learn (wowo semua orang pintar sekolah di sana, bayangkan seberapa banyak yang bisa kupelajari). Masih sebatas itu sih," tuturnya.

Alasan Pilih Stanford

sempat dilema antara harvard - stanford, maudy ayunda akhirnya tentukan pilihan

Ada beberapa alasan yang membuat Maudy mantap memilih Stanford. Salah satunya karena ia tertarik dengan dunia bisnis dan teknologi.

"Sebenarnya teman aku ada beberapa yang lulusan situ, dari cerita mereka, they feel like they have really grown from that experience (mereka merasa berkembang lewat pengalamannya). Dan aku memang interested in business dan technology, dekat banget dari Silicon Valley, habis itu bisa ketemu langsung sama inspirational speaker dan pendekatannya mereka tuh sangat experience based (berbasis pengalaman)," kata Maudy Ayunda.

(Kapanlagi.com/ Tyssa Madelina)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami