BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP
Profil

Menengok kolektor buku Proklamasi, antara Soekarno dan Sukarni

Siapa saja penulis yang bukunya berhasil dikoleksi Denny, sang kolektor?

Oleh: Iman Herdiana 15 Agustus 2016 10:16
Denny Rachman

Merdeka.com, Bandung - Proklamasi Kemerdekaan RI sudah berlalu 71 tahun lalu. Peristiwa besar ini direkam dalam buku-buku yang ditulis para pelaku Proklamasi. Deni Rahman menjadi salah seorang kolektor buku di Bandung yang mengoleksi cukup banyak buku-buku tentang Proklamasi RI. Pengelola toko buku Lawang Buku ini sudah mengumpulkan buku bertema “Merdeka” sejak 2013. Siapa saja penulis yang bukunya berhasil dikoleksi Deni?

“Kalau buku primer sekitar delapan buku. Buku primer ini ditulis pelaku yang terlibat langsung persiapan dan pelaksanaan proklamasi,” ujar Deddy, seraya menunjukkan koleksi buku-bukunya kepada Merdeka Bandung di rumahnya di Jalan Bojong Kaler, Bandung.

“Ada pula pelaku persiapan yang tidak hadir saat pelaksanaan pembacaan teks Proklamasi tapi malamnya ikut persiapan,” cerita pria yang membuka toko bukunya di Balubur Town Square (Baltos) Bandung.

Nama-nama penulis yang juga menjadi pelaku Proklamasi yang dikoleksi Deddy sebagian tidak asing, antara lain duo Proklamator Soekarno-Hatta.
Soekarno antara lain menulis buku kecil berjudul “Amanat Proklamasi 1945-1950”, kemudian Muhammad Hatta menulis buku “Sekitar Proklamasi".

Pelaku lainnya yang menulis buku antara lain Adam Malik, BM Diah, SK Trimurti, Iwa kusumasumantri, Mr Ahmad Soebardjo, Sidik Kertapati. Mereka mewakili tokoh dari kalangan muda dan tua yang mengalami langsung semangat dan ketegangan detik-detik Proklamasi RI.

Menurut Deni, Mr. Ahmad Soebardjo memang tidak ikut saat teks Proklamasi dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56. Tetapi malamnya ia ikut begadang melakukan persiapan Proklamasi. “Dalam bukunya ia mengaku bangun kesiangan setelah capek semalaman persiapan Proklamasi,” tuturnya.

Sedangkan sumber-sumber sekunder yang dikoleksi Deni jumlahnya lebih banyak lagi. Salah satu buku penting adalah buku berjudul “Sukarni Actie Rengasdengklok”.

Buku tersebut menjadi sumber primer tentang Sukarni karena ditulis anak bungsunya Sukarni, yakni Emalia Iragiliati Sukarni. Sukarni adalah tokoh pemuda yang menjadi salah satu penculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, Karawang.

Penculikan tersebut upaya untuk memproklamirkan kemerdekaan RI. Sehingga kemerdekaan RI dilakukan atas inisiatif Bangsa Indonesia, bukan hadiah dari Jepang.

Sumber-sumber literasi tersebut menjadi benang merah untuk menemukan semangat yang hidup pada peristiwa 71 tahun lalu. Ketika pertama kali teks Proklamasi resmi dibacakan Soekarno-Hatta atas nama rakyat Indonesia.

(ff/ih)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG