BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP
Inovasi

Peneliti ITB kembangkan bakteri 'pemakan' sampah plastik

Riset ini menjuarai International Genetically Engineered Machine (IGEM) di Boston, Amerika Serikat.

Oleh: Iman Herdiana 12 Maret 2016 13:36
Peneliti ITB kembangkan bakteri pemakan sampah plastik

Merdeka.com, Bandung - Sampah plastik menjadi masalah utama di era modern ini. Pemerintah pusat hingga daerah kewalahan mengatasi sampah plastik yang sulit didaur ulang atau terdegradasi secara alami.

Dengan latar belakang tersebut, sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan penelitian unik. Mereka merekayasa bakteri Escherichia Coli (E Coli) agar bisa mendegradasi plastik.

Riset ini menjuarai International Genetically Engineered Machine (IGEM) di Boston, Amerika Serikat, 2014. Saat ini penelitian terus dikembangkan agar cara kerja bakteri maksimal dalam mengurai sampah plastik jenis poly ethylene terephtalate (PET) dan poly capro lactone(PCL). Plastik jenis ini banyak dipakai wadah minuman.

“Kami masih harus melakukan optimasi dari sistem yang dibuat. Harapannya sistem ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengelola sampah (plastik) PET dan PCL sehingga jenis sampah tersebut tidak menjadi masalah lagi di kemudian hari,” kata salah seorang peneliti, Joko Pebrianto Trinugroho, kepada Merdeka Bandung.

Pria kelahiran Jakarta 1991 ini menjelaskan, pengembangan dilakukan terutama pada analisa aktivitas enzim LC cutinase agar membuahkan hasil lebih memuaskan.

Peneliti ITB kembangkan bakteri pemakan sampah plastik
© 2016 merdeka.com/dok.istimewa


LC Cutinase adalah enzim yang berfungsi mendegradasi plastik. Enzim tersebut difusikan dengan protein membran E.coli,sehingga E. Coli dapat menghasilkan enzim LC Cutinase yang menempel pada membran sel.

Cara kerja enzim LC Cutinase adalahmemotong ikatan ester pada PET dan PCL. Proses ini akan menghasilkan produk berupa ethylene glycol dan asam tereftalat.

Joko menuturkan, riset tersebut diawali keinginan tim untuk mengikuti kompetisi internasional biologi sintetik IGEM Boston, Amerika Serikat, 2014. Riset dilakukan tim yang terdiri dari Tri Ekawati Heryanto (Magister Bioteknologi 2013), Kenia Permata Sukma (Mikrobiologi 2011), dan Christian Heryakusuma (Kimia 2012).

Saat itu Joko sendiri menjadi ketua tim masalah lingkungan, khususnya plastik, dipilih tim sebagai bahan riset yang menggunakan bakteri E Coli. Bakteri ini diambil karena sudah umum dipakai dalam penelitian rekayasa genetika.

“Bakteri Escherichia Coli merupakan jenis bakteri yang biasa digunakan untuk penelitian rekayasa genetika, karena sudah dikarakterisasi dengan baik,” terang lulusan Magister Bioteknologi ITB 2013.

Tujuan riset untuk merekayasa bakteri E Coli agar dapat menghasilkan protein yang mengurai plastik PET. Bakteri tersebut direkayasa agar dapat menghasilkan enzim LC Cutinase. Hasil degradasi oleh enzim LC Cutinase ethylene glycol dan asam tereftalat. Menurut Joko, ethylene glycol beracun bagi vertebrata termasuk manusia.

“Kami membuat device konversi padasistem kami yang dapat mengubah ethylene glycol menjadi senyawa yang dapat masuk ke dalam siklus metabolisme pada E.coli, sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi,” katanya.

Ia menambahkan, lewat device konversiethylene glycol dapat diubah oleh bakteri sehingga menghasilkan energi berupa kalori. “Energi ini dapat digunakan bakteri itu sendiri untuk tumbuh,” jelasnya.

Saat ini, selain meningkatkan cara kerja LC Cutinase, tim juga masih harus menguji waktu degradasi. Jika selama ini sampah plastik bertahan sampai ratusan tahun, maka dengan riset ini diharapkan waktu degradasi bisa lebih cepat.

“Melalui metode ini diharapkan bisa mempercepat degradasi, tetapi kami sendiri belum bisa memprediksi untuk hitungan waktunya,” kata Joko.

(ff/ih)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG