BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Kesehatan

Alisa mendadak lumpuh setelah badannya demam tinggi

Alisa kini butuh pertolongan. Ibunya sudah meninggal. Ia kini hanya diasuh oleh buyutnya.

Oleh: Astri Agustina 25 Oktober 2017 18:51

Merdeka.com, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung memberikan santunan kepada Alisa Putri Salsabila yang mengalami kelumpuhan saat berusia dua tahun. Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan, Alisa lahir dalam keadaan normal namun mengalami kelumpuhan saat berusia dua tahun. Hal tersebut berawal ketika Alisa terserang demam tinggi.

"Namanya Alisa Putri Salsabila berusia 9 tahun terkena penyakit lumpuh,” tutur Joni dari siaan berita yanh diterima Merdeka Bandung, Rabu (25/10).

Vice Presiden Daop 2, Saridal memaparkan, dengan diberikannya santunan bagi Alisa ini diharapkan mampu mengetuk hati banyak orang untuk melakukan hal serupa. "Alhamdulillah, hari ini seluruh jajaran Manajemen Daop 2 memberikan santunan kepada Alisa. Semoga bantuan ini dapat membantu meringangkan beban Alisa dan sekaligus mengetuk hati banyak orang untuk turut serta memberikan perhatian kepada Alisa. Bagaimanapun PT KAI selalu memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan masyarakat," jelas Saridal.

Bersamaan dengan Daop 2, hadir pula Dandim 0609 Kabupaten Bandung Barat, Letnan Kolonel Arh. A. Andre Wira Kurniawan dan Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari buyut Alisa, Ningrum (72), cucunya itu sempat mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Cimahi. Namun setelah itu justru ia tidak bisa berdiri dan menjadi lumpuh.

Penderitaan Alisa semakin bertambah ketika Ibunya yang telah bercerai itu meninggal dunia. Hingga saat ini ia hanya dirawat buyutnya yang hanya mengandalkan penghasilan dari gaji pensiun.

Kondisi anak perempuan asal Komplek Cilame Indah Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat itu tak kunjung membaik. Sekarang selain kakinya, tangannya tidak bisa bergerak secara normal. Bahkan, ia tidak dapat bicara.

(mh/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG