BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Kesehatan

Angka penyakit tak menular di Jabar tinggi, yuk hidup sehat

Di Kota Bandung, angka penyakit stroke mencapai 8,24 persen.

Oleh: Dian Rosadi 21 Juli 2017 15:12

Merdeka.com, Bandung - Dinas Kesehatan Kota Bandung bekerja sama dengan Bloomberg Initiative memaparkan kajian tahun 2016 yang menunjukkan bahwa jumlah kematian maupun penyakit terbanyak di Kota Bandung disebabkan oleh penyakit tidak menular. Di Kota Bandung, angka penyakit stroke mencapai 8,24 persen, penyakit kardiovaskular 13,73 persen, dan komplikasi diabetes mellitus mencapai 3,15 persen.

Dalam rilis yang diterima Merdeka Bandung, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, hal tersebut disebabkan oleh pola hidup warga yang dinilai kurang sehat. Warga banyak memilih makanan cepat saji yang lebih praktis ketimbang mengonsumsi buah dan sayuran. Selain itu, warga yang tinggal di kota cenderung kurang melakukan aktivitas fisik.

“Faktor-faktor tersebut dapat memicu penyakit-penyakit tidak menular, seperti stroke, jantung, dan diabetes,” ujar Rita pada acara sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Gedung Serba Guna Biofarma, Jalan Pasteur, Jumat (21/7).

Rita menyampaikan tiga kampanye yang akan dilakukan ke masyarakat melalui kader-kader di 30 UPT Puskesmas se-Kota Bandung. Dinas Kesehatan akan mendorong warga Kota Bandung untuk melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, serta memeriksakan kesehatan secara rutin.

Rita sendiri telah membentuk tim yang akan secara berkala mendatangi rumah warga, khususnya warga miskin, guna melakukan pendataan kesehatan. Selama masa pendataan, warga yang diindikasikan memiliki gangguan kesehatan akan mendapatkan perawatan khusus oleh tim kesehatan melalui program Layad Rawat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial yang turut hadir pada sosialisasi Germas mendorong agar tim melakukan pendataan dan menindaklanjuti hasilnya dengan sangat cermat. Ia ingin agar warga yang sakit bisa segera ditolong.

Oded meminta agar aparatur kewilayahan, seperti lurah dan camat, agar turut membantu program tersebut. Jika ada warga miskin yang sakit dan perlu penanganan segera, para lurah dan camat bisa segera melapor ke instansi kesehatan terdekat.

“Para petugas ini akan datang ke rumah-rumah, merawat yang sakit, sehingga warga tidak perlu datang ke rumah sakit. Kita yang mendatangi untuk merawat. Kepada lurah dan camat, tolong program ini dibantu di wilayah masing-masing,” ucap Oded.

Ia juga mengimbau warga agar senantiasa menjaga pola perilaku agar tetap sehat. Menjaga pola makan adalah hal utama yang disarankan Oded. “Makanlah makanan yang sehat dan bergizi, halalan toyyiban,” ujarnya.

(mh/dr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG