BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Otomotif

Cerita Catherine Setiawan, Pembalap Wanita yang Berhasil Tembus Kejuaraan Asia

"Di 2019 ini saya ikut full series. Dari seri 1 Bandung sampai seri 4. Di Bandung saya juara 1".

Oleh: Dian Rosadi 16 September 2019 10:55
Catherine

Merdeka.com, Bandung - Dunia balap biasanya identik dengan laki-laki. Namun hal itu tidak berlaku bagi Catherine Setiawan. Pembalap wanita berusia 30 tahun ini sudah menekuni dunia balap sejak lama.

Berawal dari iseng, siapa sangka jika Catherine sudah merasakan berbagai gelar juara di tingkat nasional. Lantaran sering meraih juara pertama untuk tingkat nasional, Catherine bahkan akan berlaga di level Asia dalam kejuaraan bertajuk 'Asia Auto Gymkhana Championship' yang akan digelar di Thailand pada Oktober mendatang.

Catherine pun menuturkan, jika dirinya mulai tertarik di dunia balap sejak di bangku SMA. Saat itu umur Catherine masih berumur 17 tahun. Sempat vakum beberapa tahun, Catherine kemudian mulai sering mengikuti event kejurnas yang digelar di berbagai kota.

"Jadi awalnya saya iseng. Kebetulan ada senior saya om Ricky Herdiana, dia ngeliat waktu saya main. Abis itu dilatih sama dia dengan cara yang benar teknik-teknik yang benar untuk tampil di kejurnas," kata Catherine di sela acara Kejurnas MLDSPOT Auto Gymkhana putaran keempat.

Di ajang Auto Gymkhana 2019 ini, Catherine mengikuti semua seri. Setiap seri yang dia ikuti selalu naik podium. Tak ayal jika Catherine menjadi salah satu pembalap yang sering langganan juara di setiap serinya.

"Di 2019 ini saya ikut full series. Dari seri 1 Bandung sampai seri 4. Di Bandung saya juara 1, di Tulungagung juara 1, di Tegal saya meraih juara 2, dan di Cianjur saya berhasil meraih juara 1. Insyaallah saya akan berangkat ke Asia Auto Gymkhana Championship di Thailand. Kira kira 11 Oktober mendatang," ungkap Catherine.

Menjadi pembalap di ajang Gymkhana memiliki tantangan tersendiri. Selain dituntur memiliki teknik mengemudi drift, seorang pembalap juga harus fokus dan mengatur emosi. Apalagi di ajang ini melintasi track yang memiliki beragam rintangan, mulai dari track 180 derajat, 360 derajat, angka 8, dan rintangan lain.

Untuk itu dibutuhkan skill dan teknik dalam olahraga otomotif baru ini yang menekankan pada unsur kecepatan dan ketepatan waktu di dalam trek.

"Jadi sebenarnya lawan berat itu adalah melawan diri sendiri. Kita berhadapan situasi dan harus fokus. Fokus ke soal diri sendiri, atur emosi. Itu yang sangat sangat kita lawan. Jangan sampai lawan itu nafsu," ucapnya.

Dalam Kejurnas MLDSPOT Auto Gymkhana putaran empat ini diikuti 153 starter. Jawa Barat kembali bertindak menjadi tuan rumah.

Abed Nego Antoro dari Genta Auto mengatakan, ajang Auto Gymkhana 2019 lebih menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Terutama dari trek sirkuit yang mengalami perubahan.

"Dan di tahun ini kita melakukan perubahan sirkuit, tidak harus kotak atau panjang. Kita bisa menampilkan sirkuit yang letter Y atau L,"ungkap Abed.

Abed mengungkapkan, para pembalap akan beradu cepat untuk memperebutkan juara umum A. Sebab nantinya mereka berhak mendapat tiket untuk berangkat ke Thailand mengikuti ajang level Asia.

"Seperti tadi juara satu wanita (Catherine) dia pasti besok berangkat ke Thailand. Yang berangkat ke Thailand itu 3 peserta, dua pembalap laki-laki dan satu wanita," ungkap Abed.

Sementara itu, perwakilan MLD Spot Andri Yulandri menyebut jika gelaran Auto Gymkhana ini mendapat apresiasi dari masyarakat, terutama dari para komunitas otomotif.

" Kita akan mengakomodir dan mewadahi komunitas otomotif di kota masing-masing. Seperti yang dilihat, didepan ada banyak komunitas yang sangat mendukung untuk acara ini," katanya.

Setelah dari empat kota, ada tiga kota lain yang akan menjadi kota lanjutan gelaran Auto Gymkhana 2019 yakni Semarang, Bekasi dan Tasikmalaya.

"Setelah ini kita akan ada di Semarang, Bekasi, dan terakhir atau penutup ada di Tasikmalaya," ungkapnya.

Untuk kategori wanita, Chaterine Setiawan keluar sebagai juara pertama. Sementara di posisi kedua ditempati AS Dewi (HTJRT) serta Febriana ZTR (Fastron Slalom Team) sebagai juara ketiga.

Sementara kelas A (Standar), Mario Claudio dari RST sebagai juara kesatu, Herdiko Setyaputra (TTI TRD) peringkat kedua dan Auddy RG (Barito Putera Racing Team) sebagai urutan ketiga.

(es/dr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG