BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Seniman

De Braga by Artotel gandeng seniman muda Kota Bandung bergaya abstrak yang powerful

"Maksud landscape ini bukan dari fotografi tapi bentuk respon dari lukisan abstrak lainnya. Saya tidak merepresentasikan yang ada".

Oleh: Astri Agustina 14 Oktober 2018 11:31
lukisan abstrak

Merdeka.com, Bandung - Menggandeng seniman muda asal Kota Kembang, Restu Taufik Akbar, de Braga by Artotel mempersembahkan lantai dua hotelnya itu menjadi ruang pamer sederet karya. Ada delapan karya yang hadir pada hotel di Jalan Braga itu. Benang merahnya adalah seni bergaya abstrak yang powerful.

Kata Restu, tentunya sebuah kebanggan bisa mendapat kesempatan untuk memamerkan karyanya di tempat ini. Ia sendiri membawa delapan karya yang hadir atas pengalamannya berkecimpung bersama alam. Sebagai orang yang hobi naik gunung, ia mengaku mendapatkan begitu banyaj inspirasi saat bercengkrama bebas dengan alam.

Keindahan alam khususnya Tanah Air menghadirkan inspirasi yang membuat tangan Restu semakin andal dalam mengguratkan kuas disetiap media lukisnya. Lukisan bergaya abstrak menjadi sebuah respon diri untuk diterjemahkan menjadi sebuah landscape yang indah.

"Maksud landscape ini bukan dari fotografi tapi bentuk respon dari lukisan abstrak lainnya. Saya tidak merepresentasikan yang ada. Dalam karya saya ada begitu banyak coretan tapi justru itu terlihat lebih natural," ujar Restu kepada Merdeka Bandung saat ditemui di de Braga by Artotel, Jalan Braga, belum lama ini.

Diberi title ‘The Other Hemisphere’, lukisan-lukisan Restu memberikan suatu proses ‘pencarian’ yang menarik. Untuk Restu sendiri, mungkin proses ini bisa menjadi pedang bermata dua. Bisa saja proses tersebut memberikan kemungkinan yang tidak berhingga atau mungkin terjebak dalam rutinitas pembuatan bentuk semata.

Lukisan Restu tidak memberikan gambaran spesifik mengenai suatu tempat, tetapi identitas tempat tersebut menjadi sesuatu yang universal. Warna-warna yang artificial pada lukisannya justru tidak bisa dikaitkan dengan warna yang ada di alam. Justru di situ menunjukkan bagaimana Restu mencoba mengkonstruksikan realitas.

"Untuk pemilihan mediumnya saya menggunakan kanvas, kemudian ada stainless yang mirip kaca, dan beragam. Untuk cat sendiri saya pilih cat besi, cat mobil, dan cat kaca. Penggunaan material tersebut membuat saya berhasil berinteraksi dan bersinergi. Ketika saya gores ke kiri itu nyebar cat nya, ada sesuatu yang alami terjadi dalam karya saya," katanya.

(es/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG