BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Musik

Doel Sumbang ingin lestarikan budaya Sunda lewat lagu

"Saya ingin berjuang melalui bahasa. Mudah- mudahan semua sepakat saya yakin NJP adalah acara yang mendukung pelestarian budaya ini".

Oleh: Dian Rosadi 22 Juli 2018 11:29
Doel Sumbang

Merdeka.com, Bandung - Penampilan Doel Sumbang berhasil memukau para penonton yang memadati Stadion Sangkuriang Cimahi dalam acara 'Napak Jagat Pasundan (NJP) 2018' yang digelar pada Sabtu (21/7) malam. Seniman yang fokus akan seni dan budaya tatar pasundan ini membawakan sejumlah lagu hits yang sudah akrab di telinga masyarakat.

Sejumlah lagu yang dibawakan seperti 'Ai', 'Kali Merah Athena' dan 'runtah' berhasil memukau para penonton yang hadir. Para penonton yang berasal dari ragam usia larut dalam alunan musim yang dibawakan seniman bernama lengkap Abdul Wahyu Affandi ini.

Stadion Sangkuriang Cimahi menjadi titik ketiga tempat digelarnya Napak Jagat Pasundan 2018 setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Cianjur dan Soreng Kabupaten Bandung. Pagelaran Napak Jagat Pasundan ini dihadirkan dalam rangka ulang tahun Kota Cimahi ke 17 atas kerjasama dari Coklat Kita dengan Pemerintah Kota Cimahi.

Bentuk apresiasi dan fokus akan pelestarian seni dan budaya khususnya tatar Pasundan sudah jauh-jauh hari digagas dan dilakukan oleh Coklat Kita. Terbukti dengan ide awal Napak Jagat Pasundan ini hadir pada tahun 2013 dengan konsep memperkenalkan kembali seni dan budaya tatar pasundan keliling Jawa Barat dengan membuat suatu kemasan pertunjukan seni dan budaya yang di kemas apik dan menarik dengan mengusung tema 'Ngider Dayeuh Mapay Lembur'. Dengan Tujuan memperkenalkan dan melestarikan seni dan budaya Sunda kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk kembali ingat akan budayanya. Dengan pengembangan konsep dan pengemasan yang jauh lebih baik akhirnya di tahun ke-6 ini Napak Jagat Pasundan kembail hadir ke masyarakat Jawa Barat dengan tema baru yaitu 'Keur Balarea’.

Doel Sumbang mengatakan, dirinya turut ambil bagian dalam acara NJP 2018 bukan hanya sekadar menghibur. Menurutnya, ada hal yang lebih penting buat dirinya, karena diberi kesempatan untuk membawakan lagu-lagu dalam bahasa Sunda.

"Dan itu menjadi sangat luar biasa buat saya? karena saya sekarang sedang memperjuangkan bagaimana bahasa Sunda tidak boleh hilang. Kenapa tidak boleh hilang, karena ada pepatah yang menyebutkan kalau bahasanya hilang maka budayanya hilang, kalau budayanya hilang maka bangsanya hilang dan ini sangat membahayakan. Jadi saya bagaimana dengan semua rekan- rekan di Jawa Barat mati-matian dengan segala cara dengan segala media untuk tetap menyuguhkan bahasa Sunda agar bahasa daerah tetap ada," ujar Doel Sumbang kepada awak media.

Doel Sumbang mengungkapkan, lewat acara Napak Jagat Pasundan ini dirinya mengaku terfasilitasi untuk berjuang melestarikan budaya lewat bahasa. Tentunya melalui lagu-lagu yang dibawakan. Apalagi ditambah dengan dukungan tata panggung dan multimedia yang mumpuni.

"Ini adalah salah satu acara yang menfasilitasi kita dengan sedemikian baik, sedemikian hebat dengan kemasan yang luar biasa, panggung yang spektakuler tata artisitik yang sangat hebat. Buat kita menjadi semacam penghargaan buat kita sebagai pelaku seni dan kita ingin berbuat yang terbaik malam ini untuk masyarakat untuk coklat kita untuk kita sendiri dan semua,"ucapnya.

Doel Sumbang sendiri mengaku telah terlibat dalam acara NJP sejak 2013. Dia berharap melalui acara tersebut
masyarakat dapat terbiasa menyaksikan sajian tradisi. Menurutnya jika masyarakat sering diperdengarkan dengan musik tradisi maka dengan sendirinya akan senang dan mencintai budayanya. Apalagi kata dia budaya merupakan identitas suatu bangsa yang harus terus dilestarikan.

"Bangsa kita sekarang jujur hampir enggak punya apa-apa lagi selain kebudayaan. Taneuh ges ku batur, minyak ges nu batur, emas ges nu batur. Kalau budayanya hilang juga atuh bangkrut beak. Jadi mari kita gali budayanya melalui apa yang kita bisa. Saya ingin berjuang melalui bahasa. Mudah mudahan semua sepakat saya yakin NJP adalah acara yang mendukung pelestarian budaya ini," ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Coklat Kita Giwa Rahman mengatakan, sebelum acara NJP 2018 ini digelar, pihaknya menggelar Pra event sebelum hari H yang melibatkan para seniman, budayawan, sanggar, dan paguron serta para pendidik kesenian dari sekolah. Menurut Giwa ada 3 kegiatan Pra event yang di Iakukan, yaitu workshop budaya dengan menghadirkan beberapa Narasumber Duta Napak Jagat Pasundan yaitu Ega Robot dan Direktur dari saung Angklung Udjo yaitu Kang Opik yang merupakan putra dari mendiang pemilik dari saung Angklung Udjo. Pra event ke-2 yaitu silaturahmi budaya dan penampilan dari seniman, sanggar, dan paguron Cimahi yang di Iakukan pada tgl 18 Juli 2018 Ialu.

"Dari sekian banyak penampil, baik yang menampilkan kesenian tradisi maupun ethhnic modern di pra event-2 ini maka diambilah 3 penampil terbaik yang akan tampil di main event Napak Jagat Pasundan 2018 di Stadion sangkuriang. Dan untuk 3 penampil terpilih ini, sebelum mereka tampil di Stadion sangkuriang maka diberi pembekalan dan touch up khusus terleblh dahulu baik untuk penampilan, koreo serta gerakan para penampil yang dl Iakukan oleh duta Napak Jagat Pasundan yaitu Ega Robot," kata dia.

Pada gelaran Napak Jagat Pasundan di Stadion Sangkuriang ini lanjut Giwa banyak konten kesenian dan budaya yang diangkat dan dikumplkan. Dimulai dengan helaran budaya pada siang hari dan dilanjut pada sore hari dengan penampilan dari Kecapi Jenaka Abah Yana dan Asep, penampilan dari 3 talent lokal Cimahi terpilih hasil Pra event 2 dan bermain kohkol bersama team NJP dengan warga Masyarakat.

Kemudian pada malam hari di ministage dibuka dengan penampilan Haji Taufik Faturohman dengan sudongnya. Untuk di mainstage acara dibuka dengan narasi puisi dari Kang Dodi Kiwari, Silat Pasir Intan Garut, Rampak Kendang kolaborasi.

"Untuk NJP tahun ini diangkat satu kesenian yang sudah hampir hilang yaitu calung yang ditampilkan melalui grup calung NJP. Untuk unsur ethnic modern masih tetap ditampikan di NJP tahun ini oleh Papuri Ethno Progressive dan Ega Robot yang berkolaborasi dengan Saung Angklung Udjo. Dua penampilan penutup dibawaka oleh Nuki dengan lagu-lagu sri alhamrhum Darso dan spesial perform Kang Doel Sumbang. Kita berharap acara Napak jagat Pasundan ini dapat menjadi bagian di dalam kehidupan masyarakat di Tatar Pasundan, khususnya generasi muda," katanya.

(es/dr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG