BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Inovasi

Gerakan 'Soap For Hope', Daur Ulang Sabun Bekas Pakai dari Hilton Bandung

"Kami berupaya meminimalisir sampah yang ada dengan mendaur ulangnya. Semua sabun yang dirasa masih layak pakai akan dipilah oleh house keeping".

Oleh: Astri Agustina 9 Januari 2019 10:03
Gerakan ‘Soap For Hope’

Merdeka.com, Bandung - Hotel Hilton Bandung menggelar gerakan 'Soap For Hope' yang diinisiasi oleh PT Diversey Indonesia. Ini adalah gerakan untuk mendaur ulang sabun bekas pakai pada setiap kamar hotel. Sebab tidak sedikit tamu hotel yang menggunakan sabun hanya untuk sekali pakai.

General Manager Hilton Bandung, Kevin Girard mengatakan, bekerjasama dengan SOS Children’s Village, kegiatan ini merupakan upaya untuk meminimalisir limbah khususnya sabun hotel. Setiap bulannya ada sekitar 30 hingga 40 kilogram limbah sabun di Hilton Bandung.

"Kami berupaya meminimalisir sampah yang ada dengan mendaur ulangnya. Semua sabun yang dirasa masih layak pakai akan dipilah oleh house keeping kami lalu dikumpulkan. Nantinya itu yang akan didaur ulang agar bisa kembali dipakai menjadi sabun seperti baru lagi," ujar Kevin kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara ‘Soap For Hope’ di Jalan Teropong Bintang, Lembang, Selasa (8/1).

Sementara itu, Corporate Account Manager PT Diversey Indonesia, I Gusti Agung Gede Surya Bhuana S. mengatakan, mengolah sabun yang seringkali dianggap tak berharga oleh sebagian orang tentunya mampu memberi arti bagi mereka yang membutuhkan. Terlebih, mendaur ulang sabun bekas pakai ini bukanlah hal sulit dan hampir tak ada biaya yang dikeluarkan.

Tahapan yang dilakukan dalam proses mendaur ulang sabun ini adalah awalnya house keeping yang setiap saat membersihkan kamar itu mengumpulkan sabun. Bila kotor, sabun dibersihkan terlebih dahulu kemudian dipotong-potong menyerupai dadu. Lalu direndam menggunakan larutan sanitasi selama 30 hingga 60 detik sebagai upaya mematikan bakteri.

Proses selanjutnya adalah penambahan warna atau aroma jika diperlukan, dicetak, dan dikemas. Sabun yang sudah melewati proses daur ulang ini bukan untuk dijual. Namun, hasilnya diberikan kepada SOS Children’s Village. Dalam kesempatan kali ini ada sekitar 200 batang sabun hasil daur ulang yang disumbangkan.

"Prosesnya sangat sederhana karena kami sudah memiliki alatnya khusus dan untung cost saya bisa bilang ini hampir tidak ada dana yang dikeluarkan. Bahkan, mendaur ulang sabun ini bila dilakukan di rumah sendiri karena prosesnya yang begitu mudah," terang dia.

Pimpinan SOS Children’s Village Lembang, Sutrisno Setiawan mengatakan, pihaknya menyambut baik gerakan ‘Soap For Hope’ ini. Terlebih, dalam kegiatan ini juga mengajak anak-anak yang ada di SOS Children’s Village untuk turun langsung mendaur ulang sabun. Dengan begitu, anak-anak belajar banyak dalam kegiatan ini.

"Dengan adanya daur ulang sabun ini menjadi ide baru. Kebetulan kami juga fokus pada masalah lingkungan hidup. Bahkan sudah dua tahun ini kami juga membuat bank sampah yang bekerjasama dengan bank sampah bersinar. Jadi sampahnya diambil ke sana untuk dikelola," kata Sutrisno.

Sementara itu, Hilton melanjutkan program daur ulang sabun di 60 hotel yang tersebar di 12 negara Asia Pacific. Jumlah ini dua kali lipat dibanding peserta tahun lalu, dan lebih dari sepertiga dari jumlah hotel Hiton Asia Pacific.

Bekerjasama dengan beberapa organisasi seperti Diversey, Soap Cycling, Soap Aid, dan Clean The World, property Hilton Asia Pacific telah berdonasi lebih dari 16 ton sabun yang diubah menjadi lebih dari 340ribu bar sabun baru, kepada beberapa komunitas sosial di Asia.

Hilton Bandung dalam kerjasamanya dengan Diversey, akan melanjutkan program sustainability ini kepada partner komunitas, SOS Children’s Village Lembang, yang melibatkan anak-anak dalam kegiatan daur ulang sabun tersebut.

Program ini dinamakan 'Soap For Hope' diprakarasai oleh Diversey untuk mendaur ulang sabun-sabun dari hotel menjadi sabun baru yang dibagikan kepada komunitas membutuhkan.

Terdapat tiga objektif yaitu untuk meningkatkan kondisi higienis di berbagai komunitas yang membutuhkan dan memiliki akses terbatas terhadap sabun, untuk menyediakan mata pencaharian bagi komunitas lokal melalui daur ulang sabun, dan membantu hotel untuk mengurangi limbah sabun dan melindungi lingkungan.

 

(es/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG