BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Kuliner

Jelang Imlek, produsen dodol keranjang kebanjiran order

Dalam sehari produsen dodol cina "Asli Tekkie" mampu membuat 4000 kue keranjang.

Oleh: Astri Agustina 18 Januari 2017 11:23
Dodol cina "Asli Tekkie"

Merdeka.com, Bandung - Tempat produksi kue keranjang atau lebih dikenal dengan nama dodol cina bertitle "Asli Tekkie" kebanjiran order. Usaha tahunan yang dilakukan menjelang Tahun Baru China atau Imlek itu sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Kini, jumlah produksi bisa mencapai 4000 pieces per hari.

Usaha keluarga yang telah diwariskan turun menurun itu memang menjadi lahan meraup keuntungan yang menjanjikan di setiap tahun. Sebulan sebelum Imlek tiba yang tahun ini jatuh pada Sabtu (28/1) mendatang, tempat produksi dodol cina "Asli Tekkie" sudah mulai menggeliat.

Pemilik Kue Keranjang "Asli Tekkie", Vincent Ruslianto mengatakan, produksi sudah dimulai sejak sebulan yang lalu. Semula jumlah produksi dodol cina hanya 1000 pieces per hari, kini jelang Imlek yang tinggal 10 hari ini, jumlah produksi meningkat hingga empat kali lipat.

"Kita memang bikinnya musiman hanya saat mau Imlek saja. Pada saat sebulan yang lalu kami hanya produksi 1000 pieces per hari, saat dua minggu sebelum Imlek produksinya meningkat menjadi 3000 pieces per hari, dan sekarang 4000 pieces per hari," ujar Vincent kepada Merdeka Bandung, Rabu (18/1).

Dodol cina "Asli Tekkie" rasa pandan
© 2017 merdeka.com/Astri Agustina

Membanderol harga Rp 15 ribu hingga Rp 45 ribu untuk setiap piecesnya, kue keranjang yang diproduksi oleh "Asli Tekkie" sudah merambah ke berbagai daerah. Banyaknya reseller yang datang untuk membeli dan di jual kembali produk buatannya, membuat kue keranjang "Asli Tekkie" sudah melanglangbuana.

Menawarkan tiga rasa yakni original, pandan dan jeruk, penjualan untuk rasa original masih mendominasi. Meski begitu, kue keranjang rasa pandan yang baru diproduksi sejak tahun lalu itu sudah mulai mencuri perhatian. Dari 4000 pieces dodol yang diproduksi, 1000 pieces diantaranya adalah rasa pandan.

"Kalau tahun lalu karena rasa pandan masih baru jadi penjualannya kurang, tahun ini sudah bagus karena orang sudah tahu rasanya. Lumayan juga respons dari pelanggan, rasa pandan dan jeruk diminati selain yang tentu saja rasa original," ujar dia.

(ff/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG