BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Musik

Kamu harus nonton! Ada konser musik klasik di IFI Bandung pekan depan

"Tak hanya di Bandung, konser Le Baroque Nomade turut digelar di Usmar Ismail Hall Jakarta pada 15 Maret, IFI Yogyakarta," kata Ricky.

Oleh: Astri Agustina 4 Maret 2018 10:48
Konser musik klasik di IFI Bandung

Merdeka.com, Bandung - Bagi penggemar musik klasik, catat! Akhir pekan besok, tepatnya Sabtu (10/3), Institut Prancis di Indonesia (IFI) akan menggelar konser musik klasik kolaborasi Ensambel Le Baroque Nomade dan Paduan Suara Mahasiswa UNPAR di Auditorium IFI Bandung.

"Tak hanya di Bandung, konser Le Baroque Nomade turut digelar di Usmar Ismail Hall Jakarta pada 15 Maret, IFI Yogyakarta pada 12 Maret dan IFI Surabaya pada 14 Maret," ujar Responsable Culture er Communication Institut Francais Bandung, Ricky Arnold, Sabtu (3/3).

Ensambel Le Baroque Nomade telah berkarya selama lebih dari 20 tahun dengan kesamaan misi yaitu memperdengarkan repertoar barok dengan warna yang baru.

Dibentuk oleh Jean-Christophe Frisch, RĂ©mi Cassaigne, Mathieu Dupouy dan Andreas Linos, Le Baroque Nomade secara konsisten mengeksplorasi relasi historis dan budaya antara musik barok Eropa dan musik tradisional dari berbagai tempat di dunia, antara lain China, India, Etiopia dan Turki.

Kolaborasi Indonesia-Prancis dalam tur konser Le Nomade Baroque diawali dari pertemuan Jean-Christophe Frisch dengan konduktor Batavia Madrigal Singers, Avip Priatna pada Februari 2017. Selanjutnya, Frisch juga bertemu violis David Irving yang juga pengajar senior musikologi Universitas Melbourne, pakar musik barok Asia Tenggara dan pemerhati warisan sejarah Jawa.

Pada pertunjukkannya nanti, Le Baroque Nomade yang terdiri dari lima musisi Prancis (flute barok, violin, viola gamba, lute/teorbo dan clavichord) akan tampil bersama salah satu unit paduan suara terbaik di Indonesia, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan.

"Kolaborasi musisi Indonesia dan Prancis tersebut akan membawakan beberapa versi Psaumes de David dengan lirik berbahasa Melayu, Portugis dan Prancis. Komposisi bergaya Eropa yang ditulis antara tahun 1703 dan 1735 di Batavia tersebut biasa dibawakan oleh para sinden Jawa," katanya.

(mt/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG